<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501</id><updated>2012-01-03T00:01:30.022+07:00</updated><title type='text'>Blog Kejamnya Dunia</title><subtitle type='html'>Tempat dimana kita belajar untuk tertawa getir dan tersenyum satir, menanggapi lelucon dunia yang diarahkan pada kita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-2859151283762356837</id><published>2008-12-20T02:32:00.000+07:00</published><updated>2008-12-20T07:32:52.582+07:00</updated><title type='text'>Tetap Sendiri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tetap sendiri&lt;br&gt;menguliti hari&lt;br&gt;setelah sang peri&lt;br&gt;pergi mengusung janji&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetap sendiri&lt;br&gt;menyumpah duri&lt;br&gt;yang tusuk hati&lt;br&gt;saat terdustai&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetap sendiri&lt;br&gt;mencoba benci&lt;br&gt;pada bulir-bulir mimpi&lt;br&gt;yang palsu membumi&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-2859151283762356837?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/2859151283762356837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=2859151283762356837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/2859151283762356837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/2859151283762356837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2008/12/tetap-sendiri.html' title='Tetap Sendiri'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113859119213599997</id><published>2006-01-30T09:52:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T10:19:52.200+07:00</updated><title type='text'>Waldiono, Pernikahanmu Membuatmu Gila, Nak. Jumat 3 Februari 2006</title><content type='html'>Waldionoku sayang menghabiskan hidupnya dalam kurungan. Waldionoku yang rajin mengaji dan membantu orang tua kini telah tiada. Ia telah berganti menjadi Waldiono yang gila, setelah menyunting seorang wanita. Padahal, Waldionoku adalah anak yang manis dan teladan bagi adiknya. Kehadiran Wal menjadi pelipur lara kami, karena di usia kami yang tua ini kami hampir tidak sanggup lagi bekerja menggarap sawah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, Wal termasuk pemuda yang populer di kampung Prupuk Lor ini. Di usia 27 tahun, ia menjelma menjadi pemuda tampan, pintar dan baik pekertinya. Tak heran, banyak sekali kupu-kupu desa yang mengerubunginya. Namun, itu dulu. Kini setiap kali aku melihat keadaan Wal, rasanya aku ingin menjerit. Tak tahan rasanya melihat anak kesayanganku dikurung layaknya binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit gila Wal, berawal lima tahun lalu. Suatu hari seorang pria tak dikenal datang ke rumah kami. Ia meminta Wal untuk menikahi keponakannya. Aku dan isteriku saat itu tidak menyetujuinya karena kami tidak mengenalnya. Ternyata pria itu adalah seorang kepala desa di Jawa Tengah. Namun demikian, kami tetap menyerahkan segala keputusan di tangan Wal. Ia sudah dewasa dan berhak memutuskan kehidupannya sendiri. Pria kepala desa itu berulang kali datang dan terus membujuk Wal. Hingga akhirnya anakku pun bersedia menikahi gadis yang tak pernah sekalipun kami lihat wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat akan meninggalkan rumah untuk menikah, Wal seperti terhipnotis. Ia bahkan tidak menoleh ke belakang. Dan sebulan setelah pernikahan itu, kami pun mendengar kabar yang mengejutkan... Wal tiba-tiba saja tidak waras. Seakan tak percaya dengan kabar itu, kami bergegas mendatangi rumah isteri Wal. Betapa teririsnya hati kami saat itu, melihat keadaan Wal yang terkurung di kamar tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Kami berang, karena keluarga isterinya tak mengurusnya. Bahkan saat kami tanya mengapa Wal menjadi tidak waras, mereka hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desas-desus pun merebak. Orang-orang mengatakan bahwa Wal dijadikan tumbal pesugihan oleh keluarga itu. Benarkah??? aku sendiri hanya dapat mengatakannya di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Jumat 3 Februari 2006 pukul 10.30 WIB.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113859119213599997?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113859119213599997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113859119213599997&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113859119213599997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113859119213599997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/waldiono-pernikahanmu-membuatmu-gila.html' title='Waldiono, Pernikahanmu Membuatmu Gila, Nak. Jumat 3 Februari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113858904687044374</id><published>2006-01-30T08:53:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T14:14:17.816+07:00</updated><title type='text'>Duka Mendalam Seorang Penjaja Cinta, Kamis 2 Februari 2006</title><content type='html'>Namaku Tina. Ya, setidaknya sebut saja begitu. Aku bahkan tidak peduli lagi pada namaku sendiri. Dengan nama itu aku menjadi seorang wanita penjaja cinta yang mangkal di lokalisasi pecahnya air laut Pantai Selatan di Parangkusumo Jogjakarta. Dalam kehidupanku di lokalisasi ini aku sering termenung. Kadang menangis lirih. Kadang tertawa riang. Bahkan, terkadang aku mengamuk tanpa alasan yang jelas. Jiwaku mengalami goncangan. Orang-orang menudingku PSK yang sedang stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/prostitute_on_bed.jpg" alt="PSK" align="right"&gt;Sebulan lebih sudah aku terjerumus di lokalisasi ini. Di sini aku bekerja sebagai wanita jalang...memuaskan gejolak birahi pria iseng. Aku sampai ke rumah ini karena dijerumuskan oleh kekasihku. Kekasih yang seharusnya menyayangi dan melindungiku,  justru menggadaikanku di sini. Mungkin, itu juga yang membuat jiwaku tergoncang. Doni memang bukan lelaki pertama untukku. Aku mengenalnya pada saat aku telah menjalani kehidupan kelamku. Betul, kehidupan kelam yang harus kulalui karena suamiku, Mas Nuri, pergi meninggalkanku begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Mas Nuri memang datang dari masa laluku yang pahit. Semenjak kecil, aku harus merasakan rasa pahit yang mendera keluargaku itu. Ayahku yang seorang penjudi, kerap kali berbuat kasar kepada ibuku. Aku pun tak mampu melakukan apa-apa setiap kali ayah memukuli ibu. Aku hanya dapat menyaksikan kekejaman itu dari kolong meja dan menangis sejadi-jadinya. Saat itu aku berharap, agar aku tak mendapatkan pendamping hidup seperti ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mungkin lelaki memang diciptakan untuk menyiksa wanita, lahir maupun batin. Mas Nuri, Doni, dan juga lelaki-lelaki yang meneguk kenikmatan dari tubuhku. Mereka semua sama. Mereka hanya mengantarku menuju kedukaan yang tertumpah di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Kamis 2 Februari 2006 pukul 10.30WIB.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113858904687044374?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113858904687044374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113858904687044374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113858904687044374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113858904687044374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/duka-mendalam-seorang-penjaja-cinta.html' title='Duka Mendalam Seorang Penjaja Cinta, Kamis 2 Februari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113835182159539454</id><published>2006-01-27T15:29:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T15:42:00.843+07:00</updated><title type='text'>Dera Siksa 2 Pembantu Rumah Tangga, Selasa 31 Januari 2006</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/siksaprt2.jpg" alt="Kondisi Eni" align="left"&gt;Minggu pagi, 22 Januari 2006, peristiwa mengharukan itu terjadi. Rumah kosong di kawasan Jatinegara Barat, Jakarta Timur itu menjadi saksi bebasnya aku, Eni dan rekanku, Ati dari segala siksaan majikanku. Ya, kami adalah dua orang pembantu rumah tangga yang harus mengalami pahitnya menjadi pesuruh orang-orang yang tak memiliki hati nurani. Begitu pahitnya, sehingga aku diliputi trauma mendalam dan sering berteriak-teriak sendiri setiap kali aku mengingat masa-masa kelam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Eni Sumiarsih dan rekanku Supriati adalah dua gadis lugu yang berasal dari Lampung. Kami datang ke Jakarta dengan tujuan yang mungkin mulia, membantu orang tua kami. Namun, tujuan mulia tersebut malah berbuah petaka. Lihat saja keadaan kami sekarang. Tubuh kami kurus kering dan penuh luka. Luka akibat pukulan, tendangan, tamparan, jambakan atau berbagai penyiksaan lainnya dari majikan kami yang kejam. Jika memang harus seperti ini akhirnya, mungkin aku akan mengurungkan niatku pergi merantau ke Ibukota, dan menjejakkan kaki di Jalan Taman Sahari 5 Perumahan Jatinegara Baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/siksaprt1.jpg" alt="Tersangka Ny. Erni" align="right"&gt;Awalnya, Nyonya Erni, sang majikan bengis itu tidak menunjukkan gelagat aneh padaku dan Ati. Namun, saat kami mengetahui bahwa kami tidak disediakan kasur untuk tidur, kami terperangah. Apalagi ketika ia menjelaskan sederet peraturan lain yang rasanya terlalu ketat untuk kami. Namun, kami pikir itu wajar saja, mengingat uang 250 ribu perbulan akan kami terima dan kirimkan kepada keluarga kami. Tak terlintas dalam benak kami bahwa hari pertama itu akan menjadi hari-hari kami dalam neraka Nyonya Erni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hidup kami bagai neraka di rumah itu. Begitu sengsara sehingga aku tak sanggup menceritakannya lagi. Lebih baik saksikan saja kisah kami di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Selasa 31 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113835182159539454?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113835182159539454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113835182159539454&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113835182159539454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113835182159539454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/dera-siksa-2-pembantu-rumah-tangga.html' title='Dera Siksa 2 Pembantu Rumah Tangga, Selasa 31 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113834283912863256</id><published>2006-01-27T12:57:00.000+07:00</published><updated>2006-01-27T15:07:18.680+07:00</updated><title type='text'>Derita Panjang Anakku, Puji Sri Rahayu, Senin 30 Januari 2006</title><content type='html'>Puji Sri Rahayu adalah anakku satu-satunya. Ia selalu aku rawat dengan segenap curahan kasih sayangku, Soini dan suamiku, Kastur. Setelah saudari kembarnya, Puji Dewi Asih meninggal, kami berusaha untuk mencurahkan semua cinta kami kepadanya. Terlebih lagi, Puji, begitu kami biasa memanggilnya, terlahir dengan suatu kekurangan...Ya, Puji tidak memiliki saluran pembuangan yang normal. Dokter terpaksa membuat saluran pembuangan di bagian perutnya. Dan itu sama sekali tidak menyelesaikan deritanya. Malah, belakangan kondisi Puji semakin melemah karena terdapat masalah dengan saluran pembuangan buatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/kembar1.jpg" alt="Puji dan Puji setelah lahir" align="left" width="200" height="150"&gt;Puji Sri Rahayu dan Puji Dewi Asih adalah hartaku yang tak ternilai. Aku dan suamiku telah  menantikan kehadiran buah hati kami selama belasan tahun kami menikah. Akhirnya, setelah 17 tahun penantian yang panjang, aku pun hamil. Saat itu, dokter kandungan menyatakan tidak ada masalah dengan kehamilanku. Namun, yang membuatku agak heran adalah kehamilanku yang lebih lama daripada kehamilan wanita lain pada umumnya. Ya, usia kehamilanku mencapai 13 bulan sampai akhirnya aku melahirkan anak kembarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/kembar3.jpg" alt="Setelah mereka dipisahkan" align="right" width="150" height="200"&gt;Rasa terkejutku bercampur baur manakala setelah melahirkan aku melihat kondisi anak-anakku. Ya, Tuhan. Mereka lahir dalam posisi berdempetan di bagian belakang tubuhnya. Aku dan suamiku sempat syok. Namun bagaimanapun keadaannya, mereka adalah buah hati kami yang harus kami terima dan kami rawat dengan kasih sayang kami. Terlalu banyak yang harus aku ceritakan, mengenai firasat burukku menjelang kelahiran, kematian Puji Dewi Asih dan kondisi Puji Sri Rahayu saat ini. Semuanya akan terungkap di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Senin, 30 Januari 2006&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113834283912863256?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113834283912863256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113834283912863256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113834283912863256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113834283912863256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/derita-panjang-anakku-puji-sri-rahayu.html' title='Derita Panjang Anakku, Puji Sri Rahayu, Senin 30 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113824514872436473</id><published>2006-01-26T09:57:00.000+07:00</published><updated>2006-01-26T10:12:28.790+07:00</updated><title type='text'>Api Cemburu Membakar Suamiku, Jumat 27 Januari 2006</title><content type='html'>Pagi itu, seperti biasa aku bekerja di ladang. Saat itu aku sedang mencari rumput untuk makanan ternak. Tiba-tiba saja suamiku, Nyoman Sura datang mencariku. Ia berteriak-teriak memanggil namaku. Tampaknya ia sangat marah. Aku tak tahu kenapa ia terlihat sangat marah waktu itu. Sambil mendatangiku, ia menuduhku berselingkuh dengan pria lain. Tak beberapa lama, ia pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun akhirnya pulang ke rumah. Tiba di sana, aku mendapati suamiku tengah menggerutu kesal. Ia mengelilingi rumah sambil menceracau. Kembali tuduhan perselingkuhan dialamatkan kepadaku. Tentu saja aku mengelak, karena aku memang tidak melakukan perselingkuhan seperti yang ia tuduhkan. Namun, suamiku tampaknya tidak mau mengerti. Dalam sekejap mata, ia mengambil kapak dari dalam rumah dan mengayunkannya berkali-kali ke tubuhku. Aku menjerit, memintanya untuk menghentikan pukulannya kepadaku. Namun Nyoman Sura seperti orang kesetanan. Ia terus memukulku sampai akhirnya aku tak sadarkan diri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka bekas bacokan membuat telinga kananku tak dapat mendegnar dengan baik. Bekas bacokan juga menimbulkan trauma yang dalam padaku. Kepalaku sering merasa pusing dan mataku berkunang-kunang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku aneh suamiku tak muncul begitu saja. Semua bermula saat ia menderita penyakit aneh. Penyakit yang tak kunjung sembuh meskipun saat itu aku telah membawanya berobat kemana-mana. Ah, semua akan kuungkapkan dalam &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Jumat, 27 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113824514872436473?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113824514872436473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113824514872436473&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113824514872436473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113824514872436473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/api-cemburu-membakar-suamiku-jumat-27.html' title='Api Cemburu Membakar Suamiku, Jumat 27 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113807286318651954</id><published>2006-01-24T10:09:00.000+07:00</published><updated>2006-01-24T10:21:03.213+07:00</updated><title type='text'>Derita Isteri Tukang Becak Idiot, Kamis 26 Januari 2006</title><content type='html'>Punya suami idiot? Tukang becak, pula. Seakan-akan lengkap sudah penderitaan yang aku alami. Perkawinanku dengan Khamid sebenarnya bukan hal yang aku inginkan. Setahun yang lalu, aku, Ruminah dikenalkan oleh orang tuaku kepada pemuda terbelakang mental itu. Waktu itu aku menolak untuk dijodohkan dengannya. Tentu saja dengan alasan ketidaksempurnaan mentalnya. Namun, entah ajian apa yang diberikan orang tuaku kepadaku sehingga beberapa hari kemudian aku merasa jatuh cinta kepada Khamid. Sungguh sesuatu yang tidak pernah aku sangka sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku dan Khamid pun menikah 15 hari sesudah kami dikenalkan. Ternyata, itulah awal penderitaanku berumah tangga dengannya. Saudara-saudaranya yang tidak menyetujui pernikahan kami kerap menghasut Khamid dan menyakiti perasaanku. Di rumah, aku selalu dibedakan dalam segala hal. Makan pun aku tak diberi lauk pauk, hanya pakai nasi. Yang lebih mengenaskan, aku tak diizinkan makan menggunakan piring, jadi, pancilah alasku makan. Padahal, aku sudah bekerja seharian mengurus rumah. Rasanya, aku bagaikan seorang pembantu di rumahku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik kecacatannya, Khamid, suamiku ternyata menyimpan perangai yang kasar. Semua itu ia tunjukkan setiap kali saudara-saudaranya menghasut suamiku untuk membenciku. Perlakuan kejam pun aku terima. Walau sakit, aku mencoba bertahan. Namun, deraan kemelut rumah tangga pun akhirnya memaksaku untuk keluar dari rumah itu. Ya, Khamid mengusirku dari rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku tinggal sendiri di sebuah gubuk reot yang tak pantas untuk kusebut sebagai rumah. Oh, Tuhan. Inikah awal deritaku yang lain? Setelah hempasan cobaan bertubi-tubi yang kuterima semenjak aku belia, aku hanya bisa memasrahkan semuanya ke hadirat-Mu, wahai Sang Pengasih dan Penyayang. Tunjukkan jalan kepadaku. Semoga ada yang mau mendengar keluh kesahku di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Kamis 26 Januari 2006&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113807286318651954?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113807286318651954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113807286318651954&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113807286318651954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113807286318651954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/derita-isteri-tukang-becak-idiot-kamis.html' title='Derita Isteri Tukang Becak Idiot, Kamis 26 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113776158337820456</id><published>2006-01-20T19:51:00.000+07:00</published><updated>2006-01-21T11:20:14.646+07:00</updated><title type='text'>Galeri</title><content type='html'>Ini adalah beberapa foto dari kru dan kegiatannya, baik dalam liputan, reka adegan dan kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/krukd.jpg" alt="All crew Kejamnya Dunia" width="360" height="240"&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Kru Kejamnya Dunia&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113776158337820456?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113776158337820456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113776158337820456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113776158337820456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113776158337820456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/galeri.html' title='Galeri'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113776017976346572</id><published>2006-01-20T17:25:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T19:29:39.810+07:00</updated><title type='text'>Seke..Si Cacat Pemasang Gigi Palsu, Rabu 25 Januari 2006</title><content type='html'>Seke namaku. Saat dilahirkan ibundaku, aku sudah cacat. Namun, kecacatan yang aku alami justru membuatku tegar menghadapi pahitnya kehidupan. Keahlianku memasang gigi palsu. Ya, aku membuka usaha pemasangan gigi palsu di rumahku di Kapuk Kamal Cengkareng, Jakarta Barat. Usaha itu kulakukan sejak tahun 1982.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi tanpa pergelangan tangan, tanpa jemari dan hanya satu kaki, banyak orang yang meragukan keahlianku ini. Aku pun harus berpromosi memasangkan gigi secara gratis kepada salah seorang tetangga. Ya, tubuhku yang cacat kerap menyulitkanku untuk melakoni profesi ini pada awalnya. Namun, aku bertekad untuk membuktikan bahwa aku bisa... dan... aku memang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cintaku pun tak kalah dengan orang-orang bertubuh normal. Walaupun cacat, aku mampu membuat seorang wanita jatuh cinta padaku. Aku pun telah dua kali menikah. Namun, pernikahan pertamaku berakhir tragis. Karena itu, aku tak ingin pernikahan keduaku kandas. Aku hanya ingin membahagiakan keluargaku, meski aku harus hidup dalam kecacatan selamanya. Barangkali Anda membutuhkan jasa pemasangan gigiku? Jumpai aku dalam &lt;b&gt;Kejamnnya Dunia, Rabu 25 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113776017976346572?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113776017976346572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113776017976346572&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113776017976346572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113776017976346572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/sekesi-cacat-pemasang-gigi-palsu-rabu.html' title='Seke..Si Cacat Pemasang Gigi Palsu, Rabu 25 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113775228226736356</id><published>2006-01-20T17:14:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T17:18:02.266+07:00</updated><title type='text'>Bahtera Rumah Tanggaku Selalu Terhempas Badai, Selasa 24 Januari 2006</title><content type='html'>Kisah percintaan seorang kakek yang gagal dua kali. Ya….pernikahannya kakek amun gagal dua kali, karena campur tangan mertua yang reseh dan galak. Namun hal itu tak membuat dirinya patah semangat dalam menjalani hidup yang getir ini. Kehidupannya dari dulu hingga sekarang memang susah. Hal itu merupakan pemicu perceraian dengan istrinya. Ia tak pernah punya rumah sendiri. Saat ini ia menempati rumah pemberian saudaranya yang iba melihatnya. Walaupun cuma sepetak, ia masih bersyukur..daripada tak ada sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ia hanya bekerja mengambil serutan kayu yang kemudian dijual lagi. Pendapatannya pun sedikit, cuma seribu rupiah per karung. Sebelumnya ia juga pernah menjadi pemulung, mengais sampah untuk mencari sesuap nasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan yang ia hadapi semakin lengkap, karena anak – anaknya tak mengakui dirinya sebagai orang tuanya. Mereka hanya datang setahun sekali ketika lebaran, dan itu pun hanya minta makanan kemudian pergi lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ia hanya tinggal dengan istrinya yang kesehatannya terganggu. Istrinya yang sudah tak bisa berbuat apa – apa, selain berbaring di atas tempat tidurnya yang kumal. Menunggu untuk Anda saksikan di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Selasa 24 Januari 2006 pukul 10.30 WIB.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113775228226736356?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113775228226736356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113775228226736356&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113775228226736356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113775228226736356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/bahtera-rumah-tanggaku-selalu.html' title='Bahtera Rumah Tanggaku Selalu Terhempas Badai, Selasa 24 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113775162865707121</id><published>2006-01-20T16:39:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T19:37:04.723+07:00</updated><title type='text'>Marfan Syndrome Menyerang 3 Anakku, Senin 23 Januari 2006</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/marfan.jpg" alt="Marfan Syndrome" align="left" width="175" height="175"&gt;Aku tak mengerti mengapa keempat orang anakku bermasalah. Tiga orang mengalami &lt;i&gt;Marfan Syndrome&lt;/i&gt;, penyakit langka yang belum ditemukan obatnya. &lt;i&gt;Marfan Syndrome&lt;/i&gt; adalah sindrom yang menyebabkan pertumbuhan tulang anakku tidak berimbang dengan pertumbuhan organ-organ lainnya. Pertumbuhan tulang yang tidak semestinya ini mengakibatkan tertariknya syaraf-syaraf penting mereka. Bahkan, kini syaraf penglihatan Ajeng Suminar, puteri bungsuku telah putus. Ajeng pun harus hidup dalam kegelapan. Ia buta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anak pertamaku, Wahyu Surya Purnama kecanduan Narkoba. Aku merasa ngeri mengingat apa yang pernah ia lakukan saat masih kecanduan. Aku pernah dikejar-kejar olehnya sambil menghunus pisau karena aku tak memberinya uang untuk membeli narkoba. Ketidakpedulian Wahyudi, suamiku atas kondisi Wahyu membuatku kecewa. Pertengkaran kerap mewarnai hubungan kami. Wahyudi bahkan menuduhku berselingkuh karena aku kerap meminta uang darinya. Kami pun bercerai karena tidak dapat mempertahankan pernikahan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya puteraku Wahyu meninggal karena terjangkit HIV/AIDS dan tak dapat diselamatkan lagi. Hartaku telah habis untuk memenuhi keinginannya terhadap narkoba. Dan ia meninggalkanku dalam kenestapaan... Apa yang harus kulakukan??? Tolong bantu aku dalam &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Senin, 23 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113775162865707121?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113775162865707121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113775162865707121&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113775162865707121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113775162865707121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/marfan-syndrome-menyerang-3-anakku.html' title='Marfan Syndrome Menyerang 3 Anakku, Senin 23 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113773983446108912</id><published>2006-01-20T13:38:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T13:50:34.473+07:00</updated><title type='text'>Tubuh Anakku Menyerupai Katak,  Jumat 20 Januari 2006</title><content type='html'>Anakku Sarimin alias Sogol, tak mampu lagi menegakkan tubuhnya berlama-lama. Bila tubuh Sogol tegak pun tingginya hanya 45 sentimeter. Tak lebih tinggi dari lutut orang dewasa. Suratman, ayah Sogol, memang pernah membunuh katak saat usia kandungan Sogol menginjak empat bulan. Mungkinkah ini sebuah karma sehingga tubuh Sogol menyerupai katak?&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/katak.jpg" alt="Katak" align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jika Anda dapat melihat kondisi tubuh Sogol mungkin hati Anda akan terenyuh. Postur kaki Sogol melengkung dan lunglai tanpa daya. Lengan atasnya pun pendek. Kondisinya makin membuat hatiku miris manakala ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Ia akan merasakan tulang-tulang dalam tubuhnya seolah-olah patah satu-persatu. Rasa sakit ini membuat Sogol tidak lagi seaktif dulu. Padahal ia sangat suka menggambar wayang. Kini, ia tak lagi menggambar wayang sesering dahulu karena ia semakin sulit menggerakkan tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Sogol. Mengapa kau harus menanggung derita di saat teman-teman seusiamu sibuk memikirkan tentang pernikahannya? Ya, Sogolku kini berusia 26 tahun. Usia yang seharusnya telah mengantarnya menjadi seorang suami, bahkan seorang ayah. Ah, Andai saja waktu dapat kuputar kembali. Andai saja suamiku tidak gegabah membunuh katak-katak itu. Andai saja tidak ada kutukan ini...mungkin aku tak akan mencurahkan dukaku di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Jumat 20 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113773983446108912?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113773983446108912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113773983446108912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113773983446108912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113773983446108912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/tubuh-anakku-menyerupai-katak-jumat-20.html' title='Tubuh Anakku Menyerupai Katak,  Jumat 20 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113772805226015270</id><published>2006-01-20T10:23:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T17:10:16.296+07:00</updated><title type='text'>Kurajut Nestapa Bersama Suami Buta, Kamis 19 Januari 2006</title><content type='html'>Samijah namaku. Aku hidup di sebuah desa di Gumelem, Bojonegoro Jawa Timur. Aku tinggal bersama suami Sajad yang buta dan tiga buah hatiku, Eka, Dwi serti Adi. Aku seorang buruh tani, sedangkan suamiku hanya seorang tukang pijat keliling. Kami juga melakukan pekerjaan apa saja asal halal...asal kami bisa dapat uang sekedar untuk makan. Jika suamiku tak dapat uang atau sakit, aku terpaksa berutang kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/suamibuta.jpg" alt="Samijah dan Sajad" align="left" width="200" height="150"&gt;Hidup kami serba kekurangan. Tapi suamiku Sajad tetap bertanggung jawab meskipun ia buta. Setiap pagi suamiku harus mencarikan rumput untuk makan ternak sapi kami. Ia lakukan itu tiap hari dengan berjalan kaki tanpa bantuan siapapun. Ya, di gubukku yang reot kami merawat sapi titipan orang. Kami harus merawatnya sampai sapi itu siap untuk dijual dengan harga yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika petang mulai beranjak malam, suamiku pergi memijat. Ya, selepas magrib ia akan melangkahkan kaki menyusuri jalan berbatu menuju pasar Sumber Rejo untuk menunggu pelanggan pijatannya. Ia akan bekerja sampai dini hari. Sebenarnya aku tidak tega untuk melepaskan kepergiannya bekerja. Aku takut terjadi apa-apa kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, banyak kisah yang tersimpan dalam hatiku. Bukan hanya dengan suamiku Sajad yang buta, tetapi juga kisah piluku bersama suami pertamaku...tapi, semua tak dapat kuungkap di sini. Saksikan saja piluku dalam &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Kamis 19 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113772805226015270?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113772805226015270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113772805226015270&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772805226015270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772805226015270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/kurajut-nestapa-bersama-suami-buta.html' title='Kurajut Nestapa Bersama Suami Buta, Kamis 19 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113772579029251955</id><published>2006-01-20T09:50:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T09:59:49.473+07:00</updated><title type='text'>Derita Seorang Pepeng, Rabu 18 Januari 2006</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/pepeng.jpg" alt="pepeng" align="left" width="200" height="150"&gt;&lt;i&gt;Multiple Scelerosis&lt;/i&gt;, nama penyakit apa pula itu? yang jelas, aku tak pernah membayangkan penyakit itu akan hinggap di tubuhku, tubuh Pepeng, seorang penghibur yang pernah hampir setiap hari mengunjungi layar kaca. Nama penyakit ini memang tak pernah kudengar sebelumnya karena kasusnya memang tergolong langka. Gejalanya mirip penyakit otot yang biasa dikenal orang : Rhematik, salah otot. Ujung-ujungnya adalah : Kelumpuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin dikalahkan penyakit ini. Meskipun beberapa kali aku mengalami masa-masa sulit dan merasa menyerah. Namun, dukungan dari berbagai pihak, terutama keluargaku sangat membantuku melewati hari-hari beratku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, aku ingin berbagi kisahku kepada kalian. Aku akan menuturkan deritaku di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Rabu, 18 Januari 2006 pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113772579029251955?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113772579029251955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113772579029251955&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772579029251955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772579029251955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/derita-seorang-pepeng-rabu-18-januari.html' title='Derita Seorang Pepeng, Rabu 18 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113772528158399227</id><published>2006-01-20T09:42:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T10:03:55.606+07:00</updated><title type='text'>Api amarah itu merenggut nyawa Indah, Selasa 17 Januari 2006</title><content type='html'>Tahun baru 2006 yang kelabu bagi Buyung dan Yeni alias Een, istrinya. Kedua anak-anak mereka yang masih balita, Indah berusia 3 tahun dan Lintang berusia 11 bulan, harus menjadi korban pertikaian dalam rumah tangga. Bahkan Indah dan Lintang mengalami luka bakar yang cukup serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kedua orang tua Indah dan Lintang harus meringkuk dalam tahanan. &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/060106banakterbakar.jpg" alt="Kondisi Indah" align="right" width="200" height="150"&gt;Mereka berdua terbukti melanggar UU Perlindungan Anak Pasal 80 Ayat 4 UU No. 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai dengan 7 tahun. Sementara itu, kedua anak mereka harus dirawat intensif di rumah sakit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana nasib Indah dan Lintang saat ini ? Ikuti kisah selengkapnya di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Selasa 17 Januari 2006, Pukul 10.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113772528158399227?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113772528158399227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113772528158399227&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772528158399227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772528158399227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/api-amarah-itu-merenggut-nyawa-indah.html' title='Api amarah itu merenggut nyawa Indah, Selasa 17 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113772487207438782</id><published>2006-01-20T09:33:00.000+07:00</published><updated>2006-01-20T09:41:12.086+07:00</updated><title type='text'>Ayah, mengapa kau memasungku?? Senin 16 Januari 2006</title><content type='html'>Menjadi manusia terbuang. Itulah nasib yang harus diterima Darmiati, puteriku. Darmiati yang biasa aku panggil Sami, terpaksi diborgol seperti binatang dan hidup terpasung selama belasan tahun. Sebenarnya sedih hatiku melihat Sami terpasung, karena aku tahu, pasungan sangat tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dipasung, Sami hidup tak layak sebagai manusia. Kegilaannya pun semakin menjadi-jadi. Tapi apa daya, aku tak sanggup mengurusnya lebih baik lagi. Setelah belasan tahun ia terpasung, aku sadar, Samiku yang baik dan suka membantu, sudah tak ada lagi di dalam tubuh itu. Sami telah tenggelam oleh kegilaan yang tak kutahu penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menduga, kegilaan Sami berawal dari pengalaman menakutkannya suatu magrib kala ia disuruh isteriku untuk mengambil air di dangau. Tiba-tiba saja ia berlari pulang dalam keadaan ketakutan setengah mati. Tak ada yang tahu apa yang telah dialami Sami selama mengambil air. Sejak saat itu, Sami melihat aku dan keluargaku bagaikan sosok-sosok menakutkan yang harus ia musnahkan. Ia sering mengamuk tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati, aku pun memasung Sami. Demi keselamatan orang lain. Tentunya, demi keselamatannya juga. Oh, Sami puteriku yang malang. Saksikan kisahnya di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Senin 16 Januari 2006&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113772487207438782?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113772487207438782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113772487207438782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772487207438782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113772487207438782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/ayah-mengapa-kau-memasungku-senin-16.html' title='Ayah, mengapa kau memasungku?? Senin 16 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113599938654310716</id><published>2006-01-06T18:40:00.000+07:00</published><updated>2006-01-06T19:44:23.880+07:00</updated><title type='text'>Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006</title><content type='html'>Seorang lelaki tua terlihat asyik menembangkan lagu jawa, diruang bawah tanah, yang sangat mencekam. Herannya ia tampak menikmati detik demi detik hawa makhluk gaib. Dia adalah Hari, begitulah nama yang diberikan kedua orang tuanya, 86 tahun yang lalu. Dan di jaman penjajahan itu, ia hidup sebagai pribumi merana, dan menjadi pembantu. Sedih memang kehidupan waktu itu, tapi hari malah terkadang senang. Pasalnya, ia jatuh hati pada nyonya belanda, siempunya rumah. Impian itu tentu saja takkan pernah berwujud.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari dan orang tua nya terusir dari rumah belanda ketika jepang mulai berkuasa. Untuk makan, terpaksa hari membantu sang ayah mencari kayu. Namun jepang memaksa &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/lawangsewoe.jpg" alt="Lawang Sewu" width="150" height="110" align="left"&gt;mereka masuk militer, baris berbaris tanpa senjata dengan bercelana karung goni. Namun hari tampak menikmati semuanya. Hingga ayahnya meninggal dunia karena penyakit koreng berbelatung yang tak terobati. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari dewasa kemudian bergelar tunggak, karena keajaibannya selamat di medan tempur. dan kini mbah tunggak tua, bersemayam digedung lawang sewu, gedung seribu pintu, dan sejuta hantu. Berteman kan mahkluk2 halus, dan menikmati suramnya hidup. Mbah tunggak walaupun miskin, tetap bangga dengan lawang sewu, dan seramnya para hantu, diiringi tembang nan pilu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saksikan di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Jumat 13 Januari 2006......&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113599938654310716?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113599938654310716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113599938654310716&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113599938654310716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113599938654310716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/duka-penjaga-lawang-sewu-jumat-13.html' title='Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113651477164346308</id><published>2006-01-06T18:34:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T18:48:45.250+07:00</updated><title type='text'>Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12  Januari 2006</title><content type='html'>Berawal dari keinginan Paijem untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang serba kekurangan, ia bekerja di sebuah Rumah Makan di daerah Yogyakarta. Demi suapan nasi yang mampu mengenyangkan perut  orang tua dan adik-adiknya, ia rela merengkuh butanya pagi dan pulang saat malam mulai marun. Yang penting ia bisa menghasilkan rupiah. &lt;br /&gt;Namun malang, malam itu rupanya awal petaka baginya. Karena larut dan tak ada kendaraan lagi untuk mengantarnya pulang, ia naik ojek. Tapi ditengah jalan, tukang ojek itu menghentikan motornya. Di antara lolongan anjing malam, Paijem di renggut kesuciannya...paijem...dilukai keperawanannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam bulan berselang, paijem baru tahu kalau ia hamil. Fikiran untuk menggugurkan janin dan mengakhiri hidup selalu bergelayut dibenaknya. Terlebih, Kehamilan yang tanpa suami menuai cibiran dari masyrakat sekitar. Janinnya dianggap  sebagai siluaman ular. Bahkan ia dipaksa pergi ke dukun untuk menggugurkan kandungannya. Hanya sang ibu yang selalu ada disisinya dalam siksa cela dan cerca itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lahir, ternyata semua anggapan itu salah. Anak Paijem bukan ular, ia manusia &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/hidro.gif" alt="Hidrocephalus" width="120" height="105" align="left"&gt;normal, sama seperti paijem...sama seperti masyarakat itu. Namun, duka masih belum mau beranjak dari hidupnya. Setelah Aris, nama anak Paijem, lahirpun rumor mengenai anak ular itu kembali merebak.  Terlebih kepala Aris yang mengalami pembengkakan pada saat itu. IA kebali harus dibawa ke Dukun. Bukannya Aris sembuh, namun justru dukun itu yang kewalahan menghadapi Aris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika Paijem memaksakan diri untuk membawa Aris ke Dokter, ternyata..Aris menderita Hydrocephalus...Aris harus segera dioperasi...Rintihan kemiskinan terus membelenggu ia dan Aris..hingga ketika ia meminta pertanggung jawaban orang yang memperkosanya..Mereka dihina dan usir dengan kejam!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikan Kisah Paijem di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Kamis 12 Januari 2006&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113651477164346308?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113651477164346308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113651477164346308&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113651477164346308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113651477164346308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/kasih-panjang-untuk-anakku-sayang.html' title='Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12  Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113660508589009186</id><published>2006-01-06T18:32:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T18:48:12.130+07:00</updated><title type='text'>Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006</title><content type='html'>Namaku Ning Sepi. Aku bungsu dari 12 orang bersaudara, dan aku satu-satunya anak yang terlahir dari rahim ibuku dalam keadaan buta. Hanya ibu yang mau merawatku, sementara kakak-kakakku tak begitu peduli padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku kecil, aku mengalami kejadian aneh dan misterius. Aku pernah hilang saat sedang menyapu di depan rumah. Saat itu, aku merasa dibawa ke sebuah rumah yang sangat mewah. Saat itu aku seperti dapat melihat keadaan di sekelilingku. Ada beberapa orang di sana. Aku diperlakukan bak tamu dan disuguhi makanan yang sangat lezat. Rasanya seperti mimpi...hanya sekejap. Namun, ternyata aku menghilang selama delapan bulan. Aku ditemukan di atas sebuah pohon 90km jauhnya dari rumahku. Orang-orang mengatakan bahwa aku dibawa oleh makhluk bunian, yang berbeda alam dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu merupakan awal kemampuan khusus yang aku miliki. Ya, di balik kebutaanku aku memiliki kemampuan untuk mengobati orang sakit dan memasak. Dengan kemampuanku itu aku juga menemukan pendamping hidupku. Namun, hidup tak begitu saja indah. Ada cobaan-cobaan yang harus aku hadapi di alam yang gelap tanpa cahaya ini. Semuanya akan kuungkapkan di &lt;strong&gt;Kejamnya Dunia, Rabu 11 Januari 2006&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113660508589009186?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113660508589009186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113660508589009186&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113660508589009186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113660508589009186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/dunia-tanpa-cahaya-rabu-11-januari.html' title='Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113651505505869877</id><published>2006-01-06T18:30:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T18:47:40.040+07:00</updated><title type='text'>"Polio merenggut kebahagiaanku", Selasa 10 Januari 2006</title><content type='html'>Namaku Putu Suriati. Di usia tiga tahun polio merenggut fungsi kedua belah kakiku untuk berjalan. Pada usia dua puluh tahun perasaan cintaku pada seseorang kembali direnggut keinginan orang tua, yang tak ingin anaknya bermantukan seorang wanita cacat. Di saat aku sudah siap berumah tangga kembali , keinginan itu harus berbenturan dengan permohonan terakhir dari ibunda tercinta. Putus asa sempat membuat aku gelap mata mencoba mengakhiri hidup mendahului ketentuan yang maha kuasa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana kelanjutan kisahku????&lt;br /&gt;Ikuti cerita lengkapnya hanya di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia Selasa 17 Januari 2005.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113651505505869877?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113651505505869877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113651505505869877&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113651505505869877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113651505505869877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/polio-merenggut-kebahagiaanku-selasa.html' title='&quot;Polio merenggut kebahagiaanku&quot;, Selasa 10 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113654755759258955</id><published>2006-01-06T18:28:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T18:43:11.990+07:00</updated><title type='text'>Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Kami, Senin 9 Januari 2006</title><content type='html'>Namaku Alia. Usiaku baru 21 tahun. Di usiaku ini aku telah dan harus menghadapi begitu beratnya cobaan. Kematian Suamiku, Ahmad Tolib pada 26 Januari 2005 lalu tak hanya menambah bebanku. Ia tak hanya meninggalkan kenangan, tapi juga menyisakan virus maut di tubh kami. Oh, Tuhan... Apakah dosa dan kesalahan yang harus aku tebus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu dengan Ahmad pada tahun 2001. Sikapnya yang baik membuatku dengan segera &lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/hiv.gif"  width="75" height="135" alt="HIV/AIDS" align="right"&gt;jatuh cinta padanya. Sebenarnya orang tua dan kakakku tak merestui hubungan kami. Mereka pernah mengingatkanku agar tidak berhubungan dengan Ahmad. Mereka bilang Ahmad adalah seorang pecandu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, cinta telah membutakan mata dan hatiku. Aku yang pada akhirnya tahu tentang perilaku buruknya tak kuasa untuk meninggalkannya. Bahkan, kamipun melakukan perbuatan terlarang... Ya, kami melakukan hubungan suami isteri di luar nikah. Akibatnya, aku hamil. Untunglah Ahmad mau bertanggung jawab. Kami pun akhirnya menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin membesarnya kandunganku tak membuat suamiku menghentikan kebiasaannya memakai narkoba. Sampai suatu ketika, ia jatuh sakit dan meninggal dengan cepat. Setelah itu, cobaan bertubi-tubi pun datang kepadaku. Saksikan kisahku di &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Senin 9 Januari 2006&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113654755759258955?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113654755759258955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113654755759258955&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113654755759258955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113654755759258955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/penyakit-terkutuk-itu-menghancurkan.html' title='Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Kami, Senin 9 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113637229416108007</id><published>2006-01-04T17:50:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T17:58:14.163+07:00</updated><title type='text'>Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006</title><content type='html'>Tumir Rono Prawito, atau Mbah Gino, ayah yang sangat aku sayangi, tiba-tiba menghilang secara misterius. Ya, di ujung usianya, ia menghilang dan.. yang memukul perasaan kami sekeluarga, ia meninggal secara tidak wajar. Jenazahnya ditemukan di pinggir kali setelah dua hari menghilang dari rumah. Aku, Parman, adalah anaknya yang mengetahui persis penderitaan ayah menjelang ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm, ayah sering mengalami halusinasi dan melihat penampakan makhluk halus. Semua itu membuatnya ketakutan. Ayah yakin bahwa ia dikejar-kejar oleh jin penunggu sawah yang marah kepadanya karena ia menutup sebuah lubang yuyu/ketam saat mengolah sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga menyakitkan, setelah  kematian ayah,  muncul desas-desus yang menuding ayah menggunakan pesugihan. Tentu saja aku tak terima tudingan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya terjadi pada Ayahku?? saksikan &lt;b&gt;Kejamnya Dunia, Jumat 6 Januari 2006.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113637229416108007?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113637229416108007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113637229416108007&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113637229416108007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113637229416108007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/ayahku-raib-secara-misterius-jumat-6.html' title='Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113635593354991130</id><published>2006-01-04T13:16:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T18:52:58.843+07:00</updated><title type='text'>Jadwal Tayang Januari 2006</title><content type='html'>2 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/gilo-babi-merenggut-kebahagiaan.html" target="_blank"&gt;Gilo Babi Merenggut Kebahagiaan Isteriku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;3 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/misteri-hilangnya-suamiku-selasa-3.html" target="_blank"&gt;Misteri Hilangnya Suamiku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;4 Januari 2006, &lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/mahluk-gaib-itu-terus-mengikutiku-rabu.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Makhluk Halus Itu Terus Mengikutiku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;5 Januari 2006, &lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/makhluk-hitam-itu-mengikat-tiga-anakku.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Makhluk Hitam Itu Mengikat Ketiga Anakku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;6 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/ayahku-raib-secara-misterius-jumat-6.html" target="_blank"&gt;Ayahku Raib Secara Misterius&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;9 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/penyakit-terkutuk-itu-menghancurkan.html" target="_blank"&gt;Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagian Kami&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;10 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/polio-merenggut-kebahagiaanku-selasa.html" target="_blank"&gt;Polio Merenggut Kebahagiaanku&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;11 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/dunia-tanpa-cahaya-rabu-11-januari.html" target="_blank"&gt;Dunia Tanpa Cahaya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;12 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/kasih-panjang-untuk-anakku-sayang.html" target="_blank"&gt;Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;13 Januari 2006, &lt;b&gt;&lt;a href="http://kejamnyadunia.blogspot.com/2005/12/duka-penjaga-lawang-sewu-13-januari.html" target="_blank"&gt;Duka Penjaga Lawang Sewu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113635593354991130?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113635593354991130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113635593354991130&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113635593354991130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113635593354991130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/jadwal-tayang-januari-2006.html' title='Jadwal Tayang Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113635073049898534</id><published>2006-01-04T11:47:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T11:58:50.506+07:00</updated><title type='text'>Makhluk Hitam Itu Mengikat Tiga Anakku, Kamis 5 Januari 2006</title><content type='html'>Wagiyati dan Tugimin hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit yang mereka alami. Kelumpuhan membuat hidup mereka tergantung padaku. Padahal, aku, Samirah, dan suamiku Legiran sudah semakin uzur. Aku hanya seorang pedagang jajanan ringan. Sedangkan suamiku bekerja sebagai penyapu jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan pernah kulupakan mimpi menyeramkan itu... ya... mimpi yang kualami beberapa waktu sebelum ketiga buah hatiku menderita kelumpuhan. Dalam mimpiku itu, aku bersama mereka, Rubiso, Wagiati dan Tugimin, dikejar-kejar oleh sesosok makhluk hitam. Satu persatu, mulai dari Wagiati, Rubiso, lalu Tugimin tertangkap oleh makhluk itu. Mereka pun lantas di ikat di pohon yang berlainan. Aku menjerit dan mengiba memohon agar makhluk itu melepaskan mereka. Namun, sia-sia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menyangka, mimpiku itu menjadi nyata. Ketiga anakku terikat. Namun bukan terikat di pohon, melainkan terikat oleh kelumpuhan dan ketidakberdayaan. Rubiso pun akhirnya tak kuasa melawan derita dan menghadap sang pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikan perjuangan hidupku membesarkan anak-anakku yang lumpuh dalam KEJAMNYA DUNIA, Kamis 5 Januari 2006, pukul 10.30 WIB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113635073049898534?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113635073049898534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113635073049898534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113635073049898534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113635073049898534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/makhluk-hitam-itu-mengikat-tiga-anakku.html' title='Makhluk Hitam Itu Mengikat Tiga Anakku, Kamis 5 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113634997503537738</id><published>2006-01-04T11:35:00.000+07:00</published><updated>2006-01-04T15:44:03.126+07:00</updated><title type='text'>Mahluk Gaib Itu Terus Mengikutiku, Rabu 4 Januari 2006</title><content type='html'>Orang-orang boleh bilang aku gila. tapi inilah realita yang mendera. Ya! hari-hariku selalu diganggu dan dikuasai makhluk halus. Makhluk gaib yang terus menghantuiku. Tidurku pun sering dihiasi mimpi buruk, tentang hantu, jin atau makhluk-makhluk gaib lainnya... Sungguh, hidupku jadi tidak tenang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini bermula sepuluh tahun lalu, ketika aku  masih  menjalani pendidikan perawat kesehatan di Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam. Aku merasa seperti orang kurang waras. Tiba-tiba saja, aku jadi lebih peka terhadap hal-hal gaib. Setiap malam, ketika aku sedang sendiri, aku merasa ada seseoarang yang duduk di sebelahku. Dia seolah menyentuhku, bahkan berbisik di telingaku. Tak hanya sekali, namun setiap kali... setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhluk itu bagai merasuk dalam jiwaku. Lama-kelamaan, tubuhku seperti bukan milikku lagi. Aku sering melakukan perbuatan berbahaya, yang bahkan aku sendiri tak menyadarinya. Kini, ketakutanku bukan lagi terhadap makhluk itu, namun terhadap keselamatanku sendiri. Apalagi, kini aku telah menikah dan memiliki seorang balita. Aku khawatir, keadaanku ini dapat mempengaruhi perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai pengobatan aku jalani. Aku ingin tahu mengapa makhluk-makhluk itu bersemayam di tubuhku. Aku ingin lepas dari derita ini. Tuhan... tolonglah aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAKSIKAN KISAH SELENGKAPNYA, RABU, 4 JANUARI 2006 PUKUL 10.30 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113634997503537738?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113634997503537738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113634997503537738&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113634997503537738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113634997503537738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/mahluk-gaib-itu-terus-mengikutiku-rabu.html' title='Mahluk Gaib Itu Terus Mengikutiku, Rabu 4 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113624744674504594</id><published>2006-01-03T07:02:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T07:17:26.763+07:00</updated><title type='text'>Misteri Hilangnya Suamiku, Selasa 3 Januari 2005</title><content type='html'>Kalau saja waktu bisa berputar kembali, aku ingin bisa seperti dulu. Seperti saat keluargaku masih utu, dan suami serta keempat anakku masih berada di sisiku. Kini aku tak tahu lagi di mana suamiku berada. Selain itu, aku tak bisa bersama dengan kedua anakku yang tak mungkin lagi kumiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, suamiku, Sudiono alias Mas Brewok telah menghilang selama delapan tahun lebih tak jelas rimbanya. Padahal, saat menghilang, ia membawa mobil orang lain. Aku pun harus menghadapi kemarahan pemilik mobil tersebut. Tragisnya, ia menghilang di saat aku mengandung anak keempatku. Berbagai upaya telah aku lakukan untuk mencarinya, namun nihil. Walaupun bersamanya aku juga merasakan derita, namun ia tetaplah suamiku, ayah dari anak-anakku, termasuk bayi yang ada dalam rahimku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tak mampu membayar biaya persalinan, aku harus merelakan buah hatiku diasuh oleh seorang dermawan yang membantu persalinanku. Walaupun pedih, aku harus menyaksikannya tumbuh besar dalam dekapan kasih sayang orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kehilangan anak kualami kedua kalinya atas anak pertamaku, Ika. Ika pergi dari rumah dan meninggalkanku dalam kegalauan. Asmaralah pemicunya. Ia kawin lari dengan seorang pemuda yang tak punya masa depan. Berbagai alasan aku kemukakan untuk mencegah hubungan mereka, namun sia-sia. Hatinya seakan dibutakan oleh cinta. Berbalut air mata, kusaksikan Ika pergi menjauh bersama pujaan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan terus berusaha menyatukan kepingan keluargaku yang tercerai-berai ini. Ya, aku berharap ada yang mengetahui keberadaan mas Brewok dan membujuknya untuk kembali...tentu saja jika mas Brewok masih hidup. Jika tidak, kuharap Tuhan memberikan tempat yang layak untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah, Mas Brewokku tercinta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113624744674504594?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113624744674504594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113624744674504594&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113624744674504594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113624744674504594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/misteri-hilangnya-suamiku-selasa-3.html' title='Misteri Hilangnya Suamiku, Selasa 3 Januari 2005'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113613130120259765</id><published>2006-01-01T22:48:00.000+07:00</published><updated>2006-01-01T23:01:43.920+07:00</updated><title type='text'>Gilo Babi Merenggut Kebahagiaan Isteriku, Senin 2 Januari 2006</title><content type='html'>Kisah seorang suami bernama Tudjo di Palembang yang memiliki isteri dengan gangguan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113613130120259765?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113613130120259765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113613130120259765&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113613130120259765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113613130120259765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2006/01/gilo-babi-merenggut-kebahagiaan.html' title='Gilo Babi Merenggut Kebahagiaan Isteriku, Senin 2 Januari 2006'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113499316770909961</id><published>2005-12-19T18:47:00.000+07:00</published><updated>2005-12-19T18:52:47.723+07:00</updated><title type='text'>Blog Kejamnya Dunia Berganti Wajah</title><content type='html'>Kejamnya Dunia telah memasuki tahun tayang yang kedua. Untuk  memudahkan pemirsa setia dalam menyimak acara ini, maka kami dari tim Kejamnya Dunia akan berusaha untuk memberikan informasi mengenai kisah-kisah yang telah dan akan ditayangkan melalui blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu perubahan wajah blog Kejamnya Dunia di pengujung tahun 2005 dan awal tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kejamnya Dunia&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/kejamnya-dunia.jpg" alt="Kejamnya Dunia"&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113499316770909961?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113499316770909961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113499316770909961&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113499316770909961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113499316770909961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2005/12/blog-kejamnya-dunia-berganti-wajah.html' title='Blog Kejamnya Dunia Berganti Wajah'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113680832281567295</id><published>2005-12-09T18:55:00.000+07:00</published><updated>2006-01-09T19:05:22.816+07:00</updated><title type='text'>Kontak Dan Donasi Kejamnya Dunia</title><content type='html'>Untuk meningkatkan kualitas tayangan Kejamnya Dunia, redaksi menerima kritik, saran dan masukan dari Anda. Kami juga menerima kiriman kisah sejati yang menurut Anda layak untuk ditayangkan di Kejamnya Dunia. Anda dapat menghubungi kami melalui surat, telepon, fax ataupun email di :&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Redaksi Kejamnya Dunia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gedung Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A&lt;br /&gt;Jakarta Selatan 12790&lt;br /&gt;Telepon 021-7917 7000 ext. 4023-4024&lt;br /&gt;Contact Person : Aulia, Andy atau Kru Kejamnya Dunia&lt;br /&gt;Fax 021-79184627&lt;br /&gt;Email : kejamnya.dunia@transtv.co.id&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menyumbang kepada narasumber yang kami tampilkan kisahnya, Anda dapat menghubungi kami melalui nomor telepon yang tertera di atas. Redaksi mengucapkan terima kasih kepada Anda yang telah menunjukkan kepedulian terhadap sesama...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113680832281567295?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113680832281567295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113680832281567295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113680832281567295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113680832281567295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2005/12/kontak-dan-donasi-kejamnya-dunia.html' title='Kontak Dan Donasi Kejamnya Dunia'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-113660926181137968</id><published>2005-12-07T11:46:00.000+07:00</published><updated>2006-01-07T11:47:41.823+07:00</updated><title type='text'>Polling Kejamnya Dunia</title><content type='html'>Untuk mendapatkan masukan dari Anda, silakan Anda pilih salah satu pilihan yang ada di bawah ini:&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Start Bravenet.com Service Code --&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- The following line of code must be on one line, it cannot wrap // --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;script language="JavaScript" src="http://pub47.bravenet.com/minipoll/show.php?usernum=3986710346&amp;cpv=2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End Bravenet.com Service Code --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-113660926181137968?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/113660926181137968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=113660926181137968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113660926181137968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/113660926181137968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2005/12/polling-kejamnya-dunia.html' title='Polling Kejamnya Dunia'/><author><name>Yunus Idol</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14995261874985915347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v392/younoest/yunse9a.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-110542455478844401</id><published>2005-01-11T13:17:00.000+07:00</published><updated>2005-01-11T13:24:45.216+07:00</updated><title type='text'>Bencana Memanggil Orang Terkasih</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SUNGGUH KURASAKAN KEMAHAKUASAAN TUHAN . DARI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI DI ACEH, AKU SEAKAN DIINGATKAN BAHWA IA LAH PEMILIK ALAM SEMESTA. IA TITIPKAN ORANG2 TERKASIH DALAM HIDUPKU TANPA SEIZINKU DAN IA  AMBIL KEMBALI KAPANPUN IA MAU. SUNGGUH KECIL MANUSIA DIHADAPAN TUHAN . &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;YUSNIDA  : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” SAYA MASIH MENUNGGU KEHADIRAN MEREKA …MASIH MENUNGGU SAYA,,,,SAYA MASIH MERASA MEREKA MASIH HIDUP”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU YUSNIDA. TEMPAT TINGGALKU DI BAITUSSALAM ,BANDA ACEH, RATA DIHANTAM GEMPA DAN BADAI TSUNAMI. MINGGU, 26 DESEMBER LALU ADALAH HARI YANG TAK AKAN PERNAH TERLUPAKAN BAGIKU .  ACEH TERGUNCANG PAGI ITU . AKU MENJADI SALAH SATU SAKSI BETAPA DAHSYATNYA BENCANA ITU .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ SAYA PAGI ITU MASIH KASIH MAKAN SI KECIL…TIBA2 GEMPA”&lt;br /&gt;“ WAKTU GEMPA SI AYAH KELUAR…KEBETULAN ADA KELUARGA LAIN..WAR..WAR, KELUARLAH KAMU…SAAT ITU KAMI HAMPIRI PAGAR TETANGGA “ &lt;br /&gt;“ SELESAI GEMPA KAMI DENGAR ADA SUARA GEMURUH..DISAMPING RUMAH ITU “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEGITU SINGKAT , HANYA SEKITAR 5 MENIT SETELAH GEMPA BERLALU, GELOMBANG AIR YANG BESAR DATANG DARI ARAH LAUT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” KEMUDIAN AYAH ANAK2PUN KELUARKAN KERETA (MOBIL) BELUM SEMPAT MENGELUARKAN MOBIL …AIR LAUT DAH NAIK “ &lt;br /&gt;“ TINGGINYA AIR… KALO KITA BILANG SERUMAH, DIATAS RUMAH LAH..POHON KELAPA PADA TUMBANG…SAYA LARI DENGAN SI KECIL  ‘ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU BERSAMA SUAMI DAN ANAKKU, HIDAYAT TERUS BERLARI. SI BUNGSU,FADHLAN YANG BARU BERUSIA 1 SETENGAH TAHUN ITU, BERADA DALAM GENDONGANKU. KAMI TERUS BERLARI MENGHINDARI AIR GANAS YANG SEDIANYA MENELAN KAMI . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ JADI KATA SIAYAH, MARI SI KECIL SAMA SAYA..LEMPARKAN SI ADE…TIBA2 AIR SUDAH DATANG DAN AKU TERLEMPAR…ENTAH SI AYAH KEMANA ” &lt;br /&gt; “ ITULAH TERAKHIR KALI SAYA LIHAT SI AYAH…PADAHAL PAGINYA BARU RAMAI …GA ADA TERINGAT UNTUK MINTA MAAF” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATU PERSATU PEGANGAN KAMI TERLEPAS. AKU LIHAT SUAMIKU ,IMRAN IBRAHIM TERHEMPAS BERSAMA FADHLAN BERSAMAAN DATANGNYA AIR. LALU HIDAYAT,ANAK KEDUAKU MENYUSUL. SEMENTARA AIR TERUS MENGAMUK…, MENGGUNCANG BADAN2 KAMI YANG IKUT BERGULING DALAM PUSARAN ARUSNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ KEMUDIAN SAYA DAPAT KAYU..RUPANYA SAYA NYANGKUT DI POHON KELAPA “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANTAMAN GELPMBANG AIR TIBA2 BERHENTI .AKU LANTAS TERINGAT ANAKKU . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ WAKTU ITU SAYA PANGGIL NAMA ANAK SAYA ..DAYAT..DAYAT…” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIDAYAT &lt;br /&gt;DAYAAAATT DISINI …MAK,  DAYAT DISINI MAK…KEMUDIAN DATANG GELOMBANG KEDUA DATANG ..TERUS SAYA DIBAWA AIR ‘ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GELOMBANG AIR KEMBALI MENGHANTAM KAMI KEDUA KALINYA . BADAN2 KAMI TERGULING…, TERLEMPAR…,LANTAS TERHEMPAS. TAPI KAMI TERUS BERJUANG UNTUK TETAP HIDUP . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;YUSNIDA &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;‘ SAMBIL MENUNGGU..SAYA TERGULING2 DALAM AIR…ASYAHDUALLA ILLA HA ILLALLAH…MUNGKIN SAYA MATI HARI INI “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENYATAANNYA AKU TAK MATI. USAI GELOMBANG DAHSYAT ITU KUTEMUKAN DIRIKU TERSANGKUT DI POHON KELAPA . &lt;br /&gt;AKU LALU TERINGAT  SUAMIKU…, DAN ANAK-ANAKKU . SELAIN HIDAYAT DAN FADHLAN, KAMI PUNYA 2 ORANG PUTERI YANG  SEDANG MENGINAP  DI RUMAH NENEKNYA DI DAERAH LINGKE . AKU LALU  BERTEKAD MENCARI ORANG2 TERKASIH ITU . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ DIATAS KAYU2 TUMBANG ITULAH SAYA BERJALAN…KETEMU BAYI….SAYA AMBIL…O…BUKAN ANAK SAYA ‘ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU BERJALAN DIANTARA  RATUSAN JENAZAH YANG BERGELIMPANGAN, BERHARAP TAK KAN KUTEMUI KELUARGAKU  DIANTARANYA .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ DULUNYA SAYA PALING TAKUT SAMA MAYAT… TAPI WAKTU ITU SAYA BALIK MAYAT-MAYAT.. SAYA CARI ANAK SAYA” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANAH RENCONG TELAH BERUBAH MENJADI USANG HANYA DALAM HITUNGAN MENIT SAJA . BETAPA TUHAN DAPAT MENGUBAH SEGALANYA DALAM SEKEJAP.  SAAT ITU KUTEMUI ORANG2 YANG MENGAIS2 TIMBUNAN MAYAT , MENCARI SANAK SAUDARANYA . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” SAYA CARI MAYAT..SUAMI KITA TAK ADA…JUGA SAYA CARI BAYI SAYA GA ADA “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HINGGA HARI ITU BERAKHIR AKU TAK JUGA BERHASIL MENEMUKAN   KELUARGAKU.  HATIKU GALAU BUKAN KEPALANG. DIMANAKAH ORANG2 YANG KUKASIHI ITU?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALHAMDULILLAH TUHAN MASIH MENGASIHIKU. KEESOKAN HARINYA, AKU TEMUKAN  ANAKKU, HIDAYAT , DISEBUAH TEMPAT PENGUNGSIAN. &lt;br /&gt;HATIKU SEDIKIT TEROBATI .  HIDAYAT KUTEMUKAN DALAM KEADAAN SELAMAT .,  TUHAN TELAH MENYELAMATKAN ANAK LAKI2 ITU DENGAN CARANYA SENDIRI . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HIDAYAT :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ WAKTU DI HANTAM GELOMBANG YANG KEDUA ADA BANTAL….KAMI IKUT TURUN JUGA ‘ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEESOKAN HARINYA KEDUA PUTERIKU, NURUL DAN DINA PUN BERHASIL KUTEMUKAN DI TEMPAT PENGUNGSIAN LAINNYA . MEREKA SELAMAT KARENA NAIK KEATAP RUMAH SAAT TSUNAMI MENERJANG . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYANG, SUAMI DAN SI BUNGSU FADHLAN RAIB ENTAH KEMANA . JUJUR KUKATAKAN AKU TAK BERHARAP BANYAK PADA HIDUP FADHLAN. RASANYA SULIT BAGI BOCAH SEUSIANYA BERTAHAN HIDUP SENDIRIAN. NAMUN AKU SELALU BERHARAP ADA MUKJIZAT YANG MENYELAMATKAN PUTERAKU ITU , ATAU JIKA IA TELAH MENINGGAL, AKU BERHARAP MELIHAT  JENAZAHNYA .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;YUSNIDA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;” KEPINGIN..MALAH SAYA INGIN MIMPI….JUMPA …MALAH SI AYAH….SI FADHLAN “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HINGGA KINI AKU BELUM PUTUS ASA MENCARI SUAMI DAN ANAKKU FADHLAN. KU CARI MEREKA KE  BERBAGAI TEMPAT,TERMASUK KE TEMPAT2 KUBURAN MASSAL .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ GA TAU APA YA TUJUAN KITA…MENCARI TAPI YANG DICARI BELUM KETEMU,MAKANYA WAKTU ADIK MENGAJAK PINDAH …SAYA MASIH BERHARAP MEREKA KEMBALI “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 HARI SUDAH SI KECIL PERGI DARI SISIKU . RINDU TAK TERTAHANKAN MENGUASAI KU .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ TOLONGLAH CUCI FOTO SI KECIL ..RINDU ..KEPINGIN LIHAT WAJAH DIA …’ AKU TAK TERBAYANG…, SEANDAINYA BENAR SUAMIKU TELAH TIADA .  &lt;br /&gt;“ YANG TERPIKIRKAN ADALAH SAYA MEMBESARKAN ANAK2 RASANYA GALAU…..TEMPAT KITA BERGANTUNG GA ADA LAGI “ &lt;br /&gt; ‘ BAPAK ITU ORANGNYA SETIA, TANGGUNG JAWAB..DIA TAK TEGA MEMBEBANKAN SI KECIL SAMA SAYA “ &lt;br /&gt; “ BELIAU MEMANG GA BISA JAUH DENGAN ANAK2NYA “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANAK2 PUN MULAI KEHILANGAN AYAH YANG MEREKA CINTAI . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NURUL “&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“SERING KITA BERCANDA….MISALNYA MAU MAEN SAMA2 AYAH….AYAH ITU SEGALANYA…GA BISA DIBANGDINGKAN DEGAN YANG LAIN “ &lt;br /&gt; “ YAH KAMI MASIH DISINI MENANTI AYAH…KALO AYAH LIHAT DATANGLAH,  KAMI ADA DI RUMAH CIK SITI…KALO AYAH MENCARI KAMI….MUDAH2AN AYAH SELAMAT,AYAH SEHAT DISANA “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERUSAHA AKU TEGARKAN DIRI DIHADAPAN ANAK2KU. KUTAHANKAN AIR MATA MENETAS TAK TERLALU DERAS AGAR MEREKA PUN DAPAT MENERIMA MUSIBAH INI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBENARNYA HATIKU TERUS MENJERIT …, DIMANAKAH SUAMI DAN ANAKKU FADHLAN ? .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;  YUSNIDA &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt; “ YA ALLAH MAAFKANLAH SUAMI SAYA….SAYA PUN TELAH MEMAAFKANNYA,SAYA SUDAH IKHLAS MEMAAFKANNYA “ &lt;br /&gt; “ UNTUK SI KECIL TUNGGULAH SAYA DISANA…MUNGKIN DENGAN DOA SI KECIL DI SANA SAYA BISA KUAT MEMBESARKAN KAKAK2NYA “ &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-110542455478844401?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/110542455478844401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=110542455478844401&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/110542455478844401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/110542455478844401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2005/01/bencana-memanggil-orang-terkasih.html' title='Bencana Memanggil Orang Terkasih'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109780970271429238</id><published>2004-10-15T10:06:00.000+07:00</published><updated>2004-10-15T10:11:49.043+07:00</updated><title type='text'>Dibuang Keluarga  Karena Penyakit Kutukan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Namaku sukarno, sama seperti nama presiden kita yang pertama. Namun nasibku sungguh jauh berbeda.&lt;br /&gt;Aku pernah menderita penyakit kutukan, yang akhirnya mengubah jalan hidupku.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun orangnya, pastilah tidak mau terjangkit penyakit, apalagi penyakit yang berat. Begitu pula aku. Aku sama sekali tak menyangka, diriku akan terkena penyakit kusta. Padahal saat itu kusta adalah penyakit kutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu pasti, kapan tepatnya aku terjangkit kusta. Yang aku tahu, saat itu aku masih duduk di bangku sekolah rakyat. Tiba tiba saja aku merasa demam, lalu muncul bintik bintik putih seperti panu, di punggung dan leherku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku sama sekali tak tahu bahwa aku mulai terjangkit kusta. Aku pun tak menghiraukan kondisi kulitku. Sampai akhirnya 3 tahun waktu berlalu, namun bintik bintik itu tak kunjung pudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus sekolah, aku sempat menjadi pengantar makanan untuk para pejuang. Sempat juga aku berjualan tempe keliling dengan sepedaku. Namun, kelalaianku mengakibatkan penyakitku semakin parah. Aku pun terpaksa berhenti bekerja.&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak menyangka, penderitaanku berawal dari datangnya seorang mantri, yang memeriksa kondisiku. Vonis yang diberikannya membuat keluargaku menjadi takut. Aku pun akhirnya diasingkan ke sebuah gubuk disamping rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan terpaksa aku menjalani hari hariku di gubuk kecil, tak jauh rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kujalani dengan penuh penderitaan. Walaupun ibuku selalu setia menyediakan makanan untukku, namun hatiku tetap sakit. Aku merasa terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, aku merasa putus asa. Bahkan, sempat terlintas dalam pikiranku untuk mengakhiri hidup ini. Namun, tuhan ternyata masih sayang aku, aku pun mengurungkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih bisa leluasa keluar dari gubuk. Meskipun begitu, aku lebih suka berjalan jalan ke desa di malam hari, daripada pulang ke rumahku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku merasa, aku tidak dicintai keluargaku. Hanya ibuku yang masih memperhatikan aku, sedangkan ayah tiriku, lebih memperhatikan anaknya sendiri dibandingkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian itu, aku terus berharap akan kesembuhanku. Sampai akhirnya aku mendapat firasat adanya pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“saya mimpi masuk jurang, lalu ada sodara saya yang nolong dari atas, terus paginya lurah langsung datang&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurah di tempatku tinggal di blitar, datang tiba tiba. Ia berniat membawaku ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Dengan suka cita, akupun menerima tawaran dari pak lurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan bahwa kusta atau lepra adalah penyakit kutukan, membuat kehidupanku semakin sulit. Orang orang berusaha menjauhiku. Aku pun tidak dapat leluasa berinteraksi dengan orang lain, termasuk ketika aku ingin membeli sesuatu di warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak semua orang bersikap buruk pada penderita kusta. Selalu saja ada orang orang baik yang tetap memperlakukan aku sebagaimana manusia biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang aku derita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali sembuh. Aku sendiri menghabiskan waktu lebih dari 2 tahun sampai akhirnya dinyatakan sembuh klinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa pengobatan di rumah sakit khusus kusta, aku menyadari bahwa aku jauh lebih beruntung dibandingkan teman temanku. Hatiku merasa sedih melihat kondisi teman temanku yang parah bahkan sampai harus diamputasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjalani masa pengobatan di rumah sakit, akhirnya aku dinyatakan sembuh. Aku pun senang bukan kepalang. Saat itu dalam pikiranku aku dapat kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluargaku di blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata harapanku sia sia belaka. Keluargaku tidak mau menerima kehadiranku lagi. Walaupun aku telah berusaha meyakinkan mereka akan kesembuhanku, namun mereka tetap tak percaya. Aku pun pergi dari rumah dengan membawa duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku tak tahu mau kemana. Aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dimana aku diobati. Untungnya pihak rumah sakit bersedia menampungku. Bahkan aku diizinkan bekerja di lingkungan rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan penderita kusta memang tak jauh dari lingkungan rumah sakit, termasuk dalam hal mendapatkan jodoh. Aku tak menyangka akan menemukan jodohku di rumah sakit. Tapi, mungkin ini memang jalan yang tuhan berikan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertemu ranti, orang yang akhirnya menjadi istriku, pada saat kami sama sama memperoleh pengobatan di rumah sakit. Aku mengakui, pernah terbersit dalam pikiranku untuk menikahi orang yang sehat, namun ternyata jodohku adalah sesama penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan kami membuahkan seorang anak. Namun hidupnya tidaklah lama. Anak kami meninggal saat ia masih bayi. Namun, kami tak lama larut dalam kesedihan, karena kami masih memiliki seorang anak perempuan, dari istriku ranti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat menyayangi anak perempuan kami, walaupun dia bukan anak kandungku. Kami berharap ia akan menjadi anak yang sehat dan tidak terjangkit penyakit kusta seperti kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak perempuan kami tumbuh menjadi gadis yang sehat. Akhirnya ia pun menikah dan pergi meninggalkan kami untuk tinggal di lampung. Semula, semua berjalan baik baik saja. Namun, ternyata menantu kami mempermasalahkan kondisi kami sebagai mantan penderita kusta. Akhirnya, mereka tak lagi mau menjenguk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sakit rasanya hati kami. Anak perempuan kami sendiri tidak mau menerima kami apa adanya. Padahal kami sangat menyayanginya, begitu pula dua orang cucu yang ia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, sudah nasib kami untuk selalu berada di lingkungan kami sendiri, para mantan penderita kusta. Sulitnya penerimaan masyarakat biasa terhadap kami, membuat kami terpaksa mencari tempat untuk kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan ranti istriku akhirnya memutuskan untuk tinggal di wireskat, wisma rehabilitasi sosial katolik yang berada di desa sendangharjo, kabupaten blora. Disini kami tinggal bersama dengan para mantan penderita kusta lainnya. Adanya persamaan diantara kami membuat kami menjadi akrab. Inilah yang aku sukai dari tempat tinggal kami sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa tua kami, kini kami hanya bisa menjalani hidup ini apa adanya. Kami sangat bersyukur atas apa yang kami peroleh saat ini. Walaupun kami tidak bergelimang harta, namun hidup kami terasa tentram, diantara teman teman senasib yang selalu siap membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saksikan Karno menceritakan perjalanan hidupnya dalam kejamnya dunia, di transtv, setiap jam 09.00 wib - 09.30 wib, mulai senin sampai jumat.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109780970271429238?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109780970271429238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109780970271429238&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109780970271429238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109780970271429238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/10/dibuang-keluarga-karena-penyakit.html' title='Dibuang Keluarga  Karena Penyakit Kutukan'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109774369179514104</id><published>2004-10-14T11:23:00.000+07:00</published><updated>2004-10-15T10:14:18.216+07:00</updated><title type='text'>Nani, Penari Istana</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Degung kahyangan. Saban kali menyanyikan lagu ini, aku selalu teringat masa laluku. Masa laluku sebagai penari dan penyanyi di istana cipanas.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini juga merupakan lagu kesayangan bung karno. Ketika bung karno singgah di istana cipanas, beliau selalu memintaku untuk menyanyi, terutama degung kahyangan. Apa yang ada di hatiku kala itu, rasanya tak tergambarkan. Awalnya, aku tidak merasa istimewa karena mempunyai suara yang indah. Ternyata justru membawa berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960-an, namaku cukup dikenal di kalangan istana cipanas. Karena aku merintis karir sebagai penari dan penyanyi di istana cipanas itu&lt;br /&gt;Kini. Aku sering terkenang masa laluku. Karierku sebagai penari dan penyanyi istana, dimulai pada tahun 1962. Mereka menarikku ke istana cipanas, setelah mendengar talentaku, di acara peresmian dinas kebudayaan daerah tingkat ii cianjur.&lt;br /&gt;Kini. Aku sering terkenang masa laluku. Karierku sebagai penari dan penyanyi istana, dimulai pada tahun 1962. Mereka menarikku ke istana cipanas, setelah mendengar talentaku, di acara peresmian dinas kebudayaan daerah tingkat ii cianjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 7 tahun masa mudaku hilang, dan harus kuhabiskan di sebuah ruangan kecil yang pengap dan sumpek. Tahun 1968, aku ditangkap aparat keamanan. Mereka menuduhku terlibat peristiwa g30s-pki!!!. Bayangkan!!!, g30s-pki!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal aku sama sekali bukan orang partai. Aku hanyalah seorang pegawai dinas pariwisata cianjur, yang aktif menghibur di istana cipanas.&lt;br /&gt;Yang lebih menyakitkan hati, mereka menangkapku di depan kedua orang tuaku. Dan penangkapan itu, tanpa bukti-bukti keterlibatanku dalam kegiatan politik partai terlarang.&lt;br /&gt;Lalu, tanpa proses pengadilan, aku dijebloskan ke dalam penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang memutuskan untuk tidak menikah. Keputusan berat ini aku ambil, karena satu alasan. Aku tidak rela bila punya anak, anakku akan terbebani pula dengan gelar eks-tapolku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kini terbebas dari status wajib lapor, aku masih dibebani oleh satu masalah, yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang,…….yaitu kartu tanda penduduk. Usiaku sudah lanjut, 63 tahun. Tapi, aku belum bisa memperoleh ktp seumur hidup. Bayangkan…..!!. Permintaanku yang sederhana, sebagai penduduk , tidak dipenuhi. Aku seperti tidak diakui sebagai warga negara indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan hingga kini masih menggelayuti perasaanku dan kakakku. Hari-hari tua kami, masih harus diisi dengan derita. Kapan semua cobaan ini akan segera berakhir…….??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;anda dapat menyaksikan NANI mengisahkan perjalanan hidupnya, dalam acara "KEJAMNYA DUNIA" di TRANSTV; setiap hari senin sampai kamis jam 9 pagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109774369179514104?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109774369179514104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109774369179514104&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109774369179514104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109774369179514104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/10/nani-penari-istana.html' title='Nani, Penari Istana'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109474332142141657</id><published>2004-09-09T21:39:00.000+07:00</published><updated>2004-09-10T06:38:28.416+07:00</updated><title type='text'>Jual Anak Beli Becak</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;anak?. siapa yang tak ingin anak, sebagai perisai hati dalam sebuah keluarga?. seperti pepatah bijak,  anak adalah anugerah yang tak terhingga, yang diberikan tuhan pada orang tua, sebagai permata hati yang tak ternilai harganya. &lt;br /&gt;sayangnya, kondisi ekonomi, kemiskinan dan penderitaan, ternyata  mendorongku berbuat nekad tanpa berpikir resikonya.... inilah sepenggal kisah keluarga kami, ayah dan ibu yang menjual anaknya sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di awal bulan mei  2003, aku, …amir ditangkap polisi. aku  dituduh berusaha menjual anak bungsuku, seharga 2 juta rupiah. tak hanya itu, aku  juga dituding menjual  tiga anak ku yang lain.&lt;br /&gt;padahal aku  sama sekali tidak berniat menjual anak bungsuku, batara krisna. aku hanya menyuruh eli, istriku, untuk membeli singkong di pasar. aku  sungguh tak mengerti, kenapa tiba-tiba polisi menangkapn eli, istriku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“ambil saya juga ngga ijin, polisi main cauk cauk aja.. saya sedang mbecak.. di kantor polisi ada istri.. sudah diketik surat surat lengkap.. saya putus asa waktu itu”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata, belakangan baru aku tahu, saat membeli singkong, eli istriku membiarkan bayinya tergeletak begitu saja di sebuah lapak di pasar kanoman.&lt;br /&gt;saat dibawa ke pos polisi, jawaban istriku eli berbelit-beli dan bingung. pengakuannya saat diinterogasi polisi  ternyata malah memberatkan tuduhan terhadap diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benar-benar tidak menjual anak bungsuku. tapi aku mengakui telah menyerahkan 3 anakku pada orang lain dengan imbalan uang. bukannya dijual, uang itu untuk menutup biaya persalinan eli istriku. sisanya aku belikan becak untuk menyambung hidup kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami memang kekurangan. setelah menikahi eli, kami tetap tinggal menumpang di rumah orang tuaku. di sebuah rumah sederhana, di pinggir kota cirebon , aku  dan keluargaku   menempati bilik berukuran 2 kali 2 meter.  bocor jika hujan, pengap jika tidak hujan.&lt;br /&gt;untuk makan menghidupi keluarga, aku  bekerja sebagai pengayuh becak pinjaman. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“nggak cukup.. sehari harinya 7 ribu.. 5ribu..buat makan, setoran becak diambil 3ribu, sisa 4 ribu.. susah buat bagi beli beras..jadi ya repot aja sehari harinya itu”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penghasilan  minim  mempengaruhi gizi anak-anak kami. aku sendiri menderita rabun ayam, yang membuat aku  sulit  mengayuh becak di malam hari. untuk menambah penghasilan, istriku eli menyusuri wilayah pasar kanoman, menjadi pengemis…. istriku berharap belas kasihan dari siapa saja yang dilaluinya. sebenarnya, aku tak rela istriku berbuat seperti itu  untuk nafkah keluarga kami. &lt;br /&gt;tapi apa dayaku. &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gak bisa nyelengi, buat makan kurang, ini minta minta di pasar, kasihan.. amir malu sama teman teman.. masa amir mbecak, istrinya minta minta.. jadi ditegur sama teman amirnya”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluargaku  dikaruniai 6 orang anak. anak pertama kami meninggal. sementara imas, anak kedua  kami, sekarang sudah berumur 9 tahun. &lt;br /&gt;saat eli akan melahirkan anak ketiga kami, 7 tahun lalu, ia sama sekali tak punya uang. saat itu, aku  tak tahu harus bagaimana lagi.&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gimana sih.. nggak ada pembayaran bidan.. gak punya uang.. pikiran mawur.. jadi anak dikasihkan. pas ada yang minta.. orang gak punya anak, diminta.. pas kesempatan, jadi anak itu diminta tetangga”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tawaran pertama kali datang dari i’in, salah satu saudara jauh eli. i’in memang telah lama merindukan kehadiran anak dalam rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“pertama ditahan dulu, tanya sama eli.. eli mengijinkan” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang pemberian i’in, selain untuk biaya persalinan, juga digunakan untuk kredit becak. maksudnya untuk memperbaiki penghasilan keluarga kami.&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “250 ribu, beli becak kredit……….. jadi saya nyicil”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi aku  memang tak bisa mengelola keuangan. gali lobang, tutup lobang. itulah caraku  menutup biaya untuk menghidupi keluarga. sampai sampai aku harus menjual kembali becak yang kubeli saat eli kembali akan melahirkan. &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hamil lagi, kesulitan, becak dikembalikan tak minta lagi uang 100 ribunya”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesulitan terus mengikutiku. saat istriku eli akan melahirkan anak keempat dan kelima, aku kembali kebingungan. kami  pun kembali merelakan buah hati kami, silvi dan benharudin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu, alasanku  memberikan anak kepada orang lain, memang terdengar klise. lagi lagi masalah ekonomi. tapi aku juga berharap anak-anakku bisa menggapai impian dan masa depannya. aku terus terang tak mampu menyekolahkan mereka. biarlah mereka bersama orang lain, asal hidup mereka terjamin.&lt;br /&gt;walau pernah merelakan anak-anakku, aku benar-benar tidak mau menjual anak bungsuku. buatku cukup sudah berpisah dengan 3 anakku. rasanya tak tertanggungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akibat tuduhan menjual anak itu, akupun dipenjara.&lt;br /&gt;selama dipenjara, aku lebih gemuk dan sehat, tapi toh aku merasa tidak betah. aku rindu keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku dibebaskan setelah menjalani hukuman selama 6 bulan 15 hari. kembali menjalani kehidupan bersama keluarga yang utuh. dengan istriku eli, dan anak-anak kami yang tersisa, imas, dan krisna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya, aku  juga merindukan kehadiran yadi, silvi dan benharudin, untuk berkumpul bersama kami. aku ingin bisa membelai dan merawat mereka tapi bagiku, itu hanya angan angan yang tak akan bisa diwujudkan. jangankan untuk membelai mereka, yadi, anakku  yang pertama diberikan pada i’in sekarang sudah berumur 7 tahun, sepertinya takut dan enggan melihat orang tua kandungnya. sebuah kenyatan pahit. &lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;"kalo mau lihat anaknya..tapi anaknya gak mau..kalo sekolah di jalan ketemu ibunya jalannya ngajak muter.. lewat sini aja.. muter.. kenapa? nanti disana ada mama”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jarum jam berdetak,  waktu pun terus bergulir….,  roda kehidupan terus berputar, sama seperti roda becak yang kukayuh. tapi putaran rodanya bagiku seperti berhenti dibawah. aku  tetap bergelut dengan kesulitan ekonomi, dari waktu ke waktu,tak ada yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;anda dapat menyaksikan Amir mengisahkan perjalanan hidupnya, dan keluarganya dalam acara "KEJAMNYA DUNIA" di TRANSTV; setiap hari senin sampai kamis jam 9 pagi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109474332142141657?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109474332142141657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109474332142141657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109474332142141657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109474332142141657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/09/jual-anak-beli-becak.html' title='Jual Anak Beli Becak'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109453988573049221</id><published>2004-09-07T13:10:00.000+07:00</published><updated>2004-09-07T17:08:05.503+07:00</updated><title type='text'>Karena Rp. 2.500,  Anakku Nyaris Mati</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap ibu pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang sehat dan cerdas……&lt;br /&gt;Namun, bagaimana perasaan seorang ibu ketika harus melihat anaknya yang semula sehat tiba-tiba menjadi seorang anak yang abnormal?&lt;br /&gt;Ikutilah kisah Karni, berikut ini……&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama sekali tidak menyangka, akan mengalami cobaan yang begini berat. Anak sulungku, dalam sekejap menjadi seorang anak yang tidak normal. Semua karena uang 2500 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 tahun yang lalu, aku bertemu suryana, ayah Heryanto, di garut. saat itu, suryana sudah menjadi kuli angkut di pasar ciawitali. sedangkan aku, bekerja sebagai penjaga toko. untunglah, keluarga besarku yang asli jogja, memberi restu atas rencana pernikahan kami.&lt;br /&gt;Pada saat itu, aku sudah siap megisi hari-hari ku dengan suryana, bagaimanapun kondisinya. namun, tak terbayang sedikitpun, bahwa aku akan menerima cobaan begini berat, saat pernikahanku genap berusia 13 tahun. sepertinya, mitos kesialan angka 13, terjadi juga kepadaku. ternyata, kemiskinan yang sudah biasa aku jalani, berakibat buruk bagi masa depan anakku. anak sulungku menjadi tidak normal…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat matahari belum sepenuhnya muncul, aku dikejutkan oleh suara benda yang jatuh di belakang rumah. aku tidak menyangka, bahwa penyebab suara itu adalah anakku, heryanto. tubuhnya sudah tergantung di sebuah balok penyangga atap rumah, saat aku temukan. lehernya memerah akibat jeratan kabel telepon. melihat anakku yang tergantung tak berdaya, dengan wajah yang sangat pucat, langsung membuatku lemas. sama sekali tak terlintas di benakku, perbuatan heryanto itu akibat dari penolakanku akan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, heryanto meminta uang untuk membayar ekstrakulikuler di sekolahnya. tidak besar sebenarnya. hanya 2500 rupiah. mungkin untuk sebagian orang, uang itu sangat kecil. tapi bagi kami, yang hidup pas-pasan, uang sebesar itu sangatlah berharga.&lt;br /&gt;aku yang hanya ibu rumah tangga, dan suamiku yang hanya seorang kuli panggul di pasar, tidak mampu memberi heryanto uang sebesar itu. penghasilan suamiku yang sangat minim, dan tidak menentu, membuat aku harus memutuskan, mana kebutuhan yang lebih dulu harus kupenuhi. dan kebutuhan pokok, agar dapur tetap mengepul-lah yang lebih aku pentingkan daripada kebutuhan belajar anakku.&lt;br /&gt;lagipula, sehari sebelumnya, aku harus membawa anak terkecilku ke dokter, karena tangannya tersiram sayur panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menyangka, keenggananku waktu itu untuk kembali meminjam uang ke tetangga, berakibat fatal bagi anakku. Pagi itu, aku hanya berpikir tidak mau lagi menambah beban pikiranku, dengan berhutang lagi ke tetangga. sehari sebelumnya, aku sudah meminjam uang 2000 rupiah, untuk membeli minyak tanah. uang hasil kerja suamiku telah habis aku pakai untuk membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.&lt;br /&gt;Kalau tahu akan begini jadinya, aku pasti akan menekan rasa maluku, dan meminjam uang ke tetangga. Namun, aku sadar, tidak mungkin aku bisa mengulang kembali saat-saat sebelum kejadian menyeramkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sendirian saat menghadapi heryanto. suryana, suamiku, belum pulang dari pasar. pekerjaannya, mengharuskan ia untuk begadang di pasar. jam 3 pagi, ia sudah harus mengais rejeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku tidak menyangka, heryanto akan menangis saat aku tolak permintaannya. biasanya, ia tidak pernah berontak, sangat mengerti keadaan orang tuanya yang pas-pasan.&lt;br /&gt;Tapi sepertinya aku salah mengartikan sifat heryanto yang telah kukenal sejak kecil. aku tidak menyangka, anakku yang selama ini kukenal sebagai anak yang baik dan periang, ternyata menyimpan rasa rendah diri yang tinggi. rasa rendah diri itulah yang mendorongnya untuk melilitkan kabel telpon di lehernya, ……mencoba bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget, gemetar, dan lemas. Itulah yang aku rasakan saat menemukan tubuh kecil heriyanto tergantung di belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“saya gemetar…Cuma bisa panggil-panggil ibu dede aja….ibu dede naik, ngliat , saya udah gak inget lagi”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu terasa sangat cepat. Begitu sadar, aku sudah berada di rumah sakit Dokter Slamet Garut. Mataku nanar, melihat heryanto terbaring koma. Begitu tak berdayanya anakku, diantara selang infus dan segala peralatan, agar anakku bisa tetap bertahan hidup. peralatan medis yang mengelilingi anakku begitu ruwet. seruwet pikiranku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala usaha aku lakukan, agar anakku bisa mewujudkan cita-citanya. dari pengobatan medis, sampai ke pengobatan alternatif. Pernah, aku membeli suplemen kesehatan, yang katanya bisa menyembuhkan peyakit anakku. harganya mencapai jutaan rupiah. namun, hanya satu kali aku membelinya. bukannya tidak ingin melihat anakku sembuh. itu semua hanya karena kondisi keuangan kami yang menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara tradisional juga telah kami coba. terakhir, paman heryanto, memberi air kembang yang telah diberi doa. selain diminum, air kembang itu juga dipakai waktu heryanto mandi.&lt;br /&gt;Mungkin orang lain mengira, upaya kami ini, takhayul belaka. namun, aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin, untuk mencapai kesembuhan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Setiap Heriyanto ditanya, kini tentang cita-citanya, ia menjawab; “jadi wartawan!” mungkin karena kini banyak wartawan yang mendatanginya. Mungkin juga hal itu kini sulit terwujud. Tapi aku tak peduli…Segala usaha aku lakukan, agar anakku bisa mewujudkan cita-citanya. dari pengobatan medis, sampai ke pengobatan alternatif. Pernah, aku membeli suplemen kesehatan, yang katanya bisa menyembuhkan peyakit anakku. harganya mencapai jutaan rupiah. namun, hanya satu kali aku membelinya. bukannya tidak ingin melihat anakku sembuh. itu semua hanya karena kondisi keuangan kami yang menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah,masih ada dermawan yang bersedia menolong kami. anakku kini bisa mendapatkan terapi mental dan fisiknya,secara gratis, karena uluran tangan seorang dokter di bandung. seminggu dua kali, aku membawa anakku ke sebuah klinik di Bandung, untuk menjalani beberapa terapi. walaupun ongkos ke bandung cukup mahal bagiku, namun aku tetap rutin datang, demi kesembuhan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di klinik itu, anakku diajari untuk menyehatkan kembali sensor motoriknya, dan koordinasi tubuhnya yang lemah.&lt;br /&gt;semua dilakukan dengan bantuan beberapa perawat, serta menggunakan metode bermain. jari-jari tangannya yang masih bergetar ketika memegang suatu benda, terus dilatih. dokter dan perawat di klinik tersebut, sangat membantu pulihnya keseimbangan badan heryanto, walaupun belum benar-benar lurus sewaktu berjalan. namun kini, ia tak perlu alat Bantu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sangat senang setiap kali melihat heryanto tertawa… ,  karena berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaranku benar-benar diuji, atas keadaan heryanto sekarang. ketika rasa capek dan bosan melandaku, aku berusaha keras untuk menahan emosiku. kadang, tanpa aku sadari, jari-jari tanganku melayang ke tubuhnya. cubitan kecil untuk mengingatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika, aku benar-benar tidak mampu lagi menahan emosiku. di luar kesadaranku, aku membentaknya cukup keras. ternyata, kemarahanku berdampak besar bagi heryanto. anak sulungku tidak mau makan, hingga 2 hari. seperti biasa, penyesalan selalu datang terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biaya perawatan heryanto, mulai menguras tabungan, hasil penjualan rumah lama kami di desa Sanding dan sumbangan beberapa dermawan.&lt;br /&gt;usaha kami, membuka warung kecil-kecilan di depan rumah, tidak banyak menolong. suamiku juga mulai jarang ke pasar lagi, untuk bekerja sebagai kuli panggul. hanya di saat-saat pasar sedang ramai saja, suamiku mau ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keinginan untuk menyekolahkannya, juga membuat kami harus menjual rumah yang baru kami tempati 3 bulan lalu. kami berencana untuk pindah ke rumah yang lebih kecil dan lebih dekat dengan bakal sekolah heriyanto. dalam benakku, uang sisa pembelian rumah nanti, bisa aku gunakan untuk biaya perawatan heriyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan, semuanya aku halalkan, asal bisa menyembuhkan heryanto, dan mengembalikan heryanto di tengah kawan-kawan sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali, aku iri, bahkan benci, saat melihat sekelompok anak sekolah, seumuran heriyanto. aku langsung memalingkan muka, menutup mata, agar tidak teringat kemalangan yang menimpa anakku. aku selalu membayangkan, anakku bisa bergabung kembali dengan teman-teman sebayanya. penuh keceriaan.&lt;br /&gt;adik heriyanto, rizal, seringkali terkena pelampiasanku. sering aku tidak mau mengantarnya ke sekolah. bukan karena aku tak saying. tapi rasa sedihku akan kondisi kakaknya, yang tidak normal lagi seperti siswa lainnya, membuat aku malas mengantar rizal ke sekolah. akhirnya, anak keduaku pun turut menanggung segala cobaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, harapanku terhadap heriyanto sederhana saja………,ingin bisa melihat dia sekolah lagi………, walaupun tidak sampai ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku terlalu optimis akan kesembuhan anakku. tidak pernah terlintas sedikitpun di benakku,akan hal terburuk yang akan menimpa masa depan anakku. sama sekali tak terbayang, heryanto akan terus dalam kondisi seperti sekarang ini. aku yakin, suatu saat anakku bisa sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh memilih, pasti aku akan memilih tidak mendapat cobaan seberat ini. namun, apa daya. aku hanyalah manusia biasa, yang hanya bisa pasrah, dan menerima segala kehendak Yang Kuasa. Namun, ketika nasib berkata lain, dan anakku tumbuh sebagai anak yang berbeda dengan bocah kecil lainnya, aku tidak pernah memprotes siapapun. apalagi sampai menggugat Tuhan. tak pernah!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi tanggung jawabku sebagai orang tua, untuk merawatnya. siap tidak siap, aku harus merawatnya dengan tanganku sendiri. tidak ada pemikiran untuk menitipkannya ke siapapun. aku akan terus menjaganya, apapun resikonya…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;anda dapat menyaksikan KARNI mengisahkan perjalanan hidupnya, dan sampai dimana pengorbanannya menjaga anaknya dalam acara "KEJAMNYA DUNIA" di TRANSTV; setiap hari Senin sampai Jumat jam 9 pagi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109453988573049221?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109453988573049221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109453988573049221&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109453988573049221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109453988573049221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/09/karena-rp-2500-anakku-nyaris-mati.html' title='Karena Rp. 2.500,  Anakku Nyaris Mati'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109453425996184259</id><published>2004-09-07T12:14:00.000+07:00</published><updated>2004-09-07T12:23:07.856+07:00</updated><title type='text'>Ida Bensin, Kubakar Cinta Sejatiku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Namaku Ida Priyatin. Orang lain kerap memanggilku Mama Ida. Saat ini usiaku 47 tahun. Sudah 2 tahun ini aku menjadi pesakitan di LP wanita Tangerang. Aku divonis 6 tahun penjara, karena membunuh Bang Karya, suamiku sendiri. Aku akan menceritakan sepenggal kisah cintaku dengan Bang Karya, kisah cinta yang berujung maut.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkenalan dengan Bang Karya, aku belum lama berpisah dari suami pertamaku, Alo. Perpisahanku dengan Alo terjadi, karena Alo tidak lagi mampu memberi nafkah batin padaku. Suatu hari, Alo menyuruhku mencari laki-laki lain, yang mampu memberi nafkah batin padaku. Padahal dari pernikahanku dengan Alo sudah lahir 8 orang anak. Enam orang perempuan, dan 2 orang laki-laki. Dua orang anakku telah meninggal dunia. Salah satunya meninggal karena terbakar, saat terjadi kerusuhan Mei 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraianku dengan Alo memang tidak diputuskan oleh pengadilan. Namun kuanggap, Alo telah menjatuhkan talak padaku, saat Alo menyuruhku mencari laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkenalan dengan Bang Karya dirumah seorang teman kerjaku,  bulan Februari 1992. Saat itu aku memang bekerja di sebuah garmen. Temanku itu ternyata masih keponakan Bang Karya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkenalan itu, kami hanyut dalam gelora asmara. Kami tak kuasa mengelak dari panah dewa cinta. Tiada hari tanpa kami lewati bersama. Selama masa pacaran, tak ada tanda-tanda bahwa Bang Karya adalah laki-laki yang kasar, dan suka menyiksa wanita. Bang Karya selalu bersikap baik terhadapku dan anak-anakku. Saat itu merupakan hari-hari bahagia bagiku, dan akan selalu kukenang sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anakku menyerahkan semua keputusan padaku. Mereka menyetujui hubunganku dengan Bang Karya, selama hal itu membuatku bahagia. Kami tak tahan jika harus berpisah, meski hanya sebentar. Akhirnya, kami pun hidup bersama dalam satu atap. &lt;br /&gt;Untuk tinggal bersama Bang Karya, aku nekad meninggalkan anak-anakku. Mereka tinggal bersama suami pertamaku, sementara aku tinggal bersama Bang Karya. &lt;br /&gt;hubungan kami sudah cukup jauh maka Akupun meminta Bang Karya agar segera menikahiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;”saya minta gimana caranya dia nikahin saya.....ternyata itu duit dari ngerampok. Bulan Mei nikah, bulan Juli dia ketangkep”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, Bang Karya dijuluki ”preman Tanjung Priuk”. Namun aku sama sekali tak menyangka, kalau ternyata Bang Karya sering merampok. Setahuku, Bang Karya memiliki usaha servis kipas angin. Saat itulah aku tahu, bahwa suamiku ternyata seorang perampok. Namun aku masih berusaha membelanya. Bahkah aku rela berbohong pada polisi agar suamiku tidak ditangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari penjara, wajah asli Bang Karya baru terlihat. Bang Karya mulai bersikap kasar padaku. Aku sering dipukul dan dicaci maki oleh Bang Karya. Aku juga akhirnya tahu hobi lama Bang Karya, berselingkuh dan ”main perempuan”. Aku  baru tahu kalau Bang Karya memiliki banyak istri, baik yang sah maupun istri simpanan. Merampok pun mulai rutin dijalani Bang Karya.  Suamiku, Bang Karya,  tak punya pekerjaan tetap .   beberapa kali ia tertangkap lagi saat berbuat tindak kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“dia bikin tindak pidana terus..selama rumah tangga sama saya, ada 11 kali dipenjara. Di cipinang, sukamiskin…..s,d cuma nusakambangan yang belom” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Bang Karya berulang kali masuk penjara, aku tetap setia menjenguknya. Bagaimana pun, ia tetaplah lelakiku. Ia tetaplah suamiku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dimana dia ditahan, saya besuk. Tengah malam pun kalau perlu saya datang”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga selalu berupaya agar Bang Karya mendapat pembebasan bersyarat. Aku pun terpaksa menjual harta benda, untuk menebus kebebasan suamiku. Namun bagai air susu dibalas air tuba, setelah bebas Bang Karya justru sering menyiksa diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“kepala, dia jedotin kepala saya ke tembok terus. Waktu saya lapor polisi juga pala saya bonyok. Sama tulang belakang dipukulin pake tas”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang, luka akibat pukulan Bang Karya, membekas hingga berhari-hari. Penyiksaan Bang Karya bukan hanya secara fisik, tapi juga batin. Bang Karya kerap berselingkuh dengan wanita lain. Beberapa kali aku memergoki Bang Karya sedang bersama perempuan lain. Bang Karya juga kerap menjual harta benda milikku. Padahal, harta benda itu, hasil jerih payahku sendiri. Hasil dari butir keringatku!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“rumah dijual, barang-barang juga,  padahal itu hasil saya kerja dulu di garmen. Servis kipas angin dijual habis..”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jadi korban kekerasan suamiku sendiri, tapi, aku tak pernah membenci Bang Karya. Aku bahkan membuat tato di tanganku, berlambang hati dan bertuliskan namanya, justru setelah berada  di penjara. Nama Bang Karya kupatri  untuk mengenangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, aku masih sangat mencintai Bang Karya. Namun  anehnya, aku tak tahu mengapa aku begitu mencintainya.&lt;br /&gt;Dari apa yang kualami, ternyata, cinta bisa membuat orang rela melakukan apa saja.  Aku bahkan rela menutupi keburukan Bang Karya di hadapan orang lain. Cintaku yang begitu besar padanya juga memberi kekuatan padaku, untuk terus bertahan menghadapi siksaan Bang Karya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“muka bonyok sbelah sini…..minggu depan sebelah sini…………..trus ditanya sama polisi , sampe kapan lu mau nutupin kesalahan laki lu? Biarin pak, orang saya cinta sama laki saya”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin, Bang Karya pun memiliki perasaan yang sama denganku. Bang Karya  sebenarnya juga mencintaiku. Buktinya, Bang Karya tidak pernah mau melepaskanku. ia bahkan berulangkali meminta maaf telah menyakitiku. Tapi setiap mabuk ia selalu kembali menyakitiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“saya minta dia lepasin saya. Dia gak mau. Dia bilang dia akan terus ikutin saya………...Pilihannya, salah satu harus mati. Jadi saya bunuh dia biar saya bisa lepas, abis dia gak mau lepasin saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam naas itu, hanya karena hal sepele, aku kembali dipukuli suamiku.  padahal baru saja Bang Karya meminta maaf dan berjanji tak akan menyiksaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“waktu itu saya tanya dari mana…..malamnya dia janji kalo dia mukulin saya lagi, saya boleh bunuh dia.tiba-tiba malam jumat dia pukulin saya di gapura. Kepala saya dijedotin ke gapura”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit yang mendera, serta kemarahan yang memuncak, membuat aku gelap mata. Kususul Bang Karya yang sedang nongkrong dengan teman-temannya. Lalu aku  mengancam akan membunuh suamiku, Bang Karya. Tapi Bang Karya malah mencemoohku. Hatiku pun makin panas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“saya pulang kerumah ambil pakaian…ketemu teman Karya ditanya mau kemana. Saya bilang beli bensin buat bakar Karya...saya tanya bensin yang kemaren kemana..malah dia ketawa... Trus saya datangin Karya lagi nongkrong sama temannya. Saya bagi dua bensin, dibotol sama di plastik supaya kalau lari bisa saya timpuk. Trus  saya bakar dia, dia lari ke kanan, saya ke kiri”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Karya terbakar seorang temannya mencoba mengejarku. Tapi bang Karya malah berteriak minta aku jangan diganggu karena dia yang salah.&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, aku menyerahkan diri pada polisi. Aku mengaku bersalah membakar suamiku. Polisi setempat yang tahu bahwa aku sering dianiaya suamiku, menyarankan agar aku mengubah pernyataan itu. tapi Aku berkeras agar dihukum. Aku merasa berdosa telah menyakiti suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“saya udah janji akan mempertanggungjawabkan perbuatan saya....”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku telah khilaf. Aku benar-benar terpaksa. Aku tak mampu lagi menahan penderitaan ini, Tapi aku juga tidak mau lari dari kenyataan.  Aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku. Cinta ini, sungguh tak kumengerti. Cinta yang berujung dengan kejadian  tragis. Suamiku, Bang Karya, terpaksa mati di tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;anda dapat menyaksikan IDA mengisahkan perjalanan hidupnya, dan tanggapan anak-anaknya dalam acara "KEJAMNYA DUNIA" di TRANSTV; setiap hari senin sampai kamis jam 9 pagi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109453425996184259?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109453425996184259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109453425996184259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109453425996184259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109453425996184259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/09/ida-bensin-kubakar-cinta-sejatiku.html' title='Ida Bensin, Kubakar Cinta Sejatiku'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8021501.post-109303253422373764</id><published>2004-08-21T03:08:00.000+07:00</published><updated>2004-09-07T12:27:27.606+07:00</updated><title type='text'>Aku Lelaki, Kekasihku Pria Beristri</title><content type='html'>&lt;STRONG&gt;&lt;br /&gt;sansan lahir sebagai seorang lelaki …&lt;br /&gt;tapi.. hatinya.. jiwanya.. perempuan. &lt;br /&gt;san san kini jatuh cinta pada seorang pria …&lt;br /&gt;pria beristri dan punya anak.&lt;br /&gt;demi pria itu.. san san bahkan rela meninggalkan keluarganya&lt;br /&gt;meski jauh di sana ibunya terus menerus berurai air mata berharap san san kembali&lt;br /&gt;inilah kisah sansan.&lt;/STRONG&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namaku santoso. tapi sekarang teman-temanku memanggilku san san . awalnya aku sendiri tidak menyangka akan   menderita keanehan seperti ini. siapapun orangnya juga tidak akan mau terlahir seperti diriku. waktu pertama kali  sadar  diriku menderita kelainan, aku  cuma bisa pasrah. aku tahu  punya fisik laki-laki tapi entah mengapa, segala tingkah laku yang keluar itu justru sangat bertentangan. &lt;br /&gt;aku   sadar sepenuhnya , diriku  “berbeda” sudah sejak sekolah dasar. waktu itu aku sukanya main sama anak perempuan. aku merasa nyaman bermain dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”cewe  tuh lebih ngertiin aku dari pada cowo. kalo aku main sama cewe mereka seneng.. eh sini.. kamu jadi ibunya.kalo aku main sama cowo .. eh pergi sana lo banci… kan kasar banget.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang- orang selalu mengejek aku yang suka main dengan perempuan. aku merasa seperti orang aneh. kemana pun  melangkah  pasti jadi pusat perhatian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”ya kalo gw jalan . sampe sekarang anak kecil2 e.. bencong..bencong. tapi gue sih bodo aja…gue jalanin aja”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasa malu, sakit hati , kecewa dan dendam jadi satu.  aku ingin teriak,  dan bilang ke semua orang, kalau ini bukan kemauanku.  tapi aku bisa apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku sadar. aku  tidak mungkin  terus-terusan terpuruk dengan keadaanku sekarang. meratapi apa yang sudah menjadi suratan takdirku  … tidak juga  menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”siapa sih yang mau hidup seperti ini.. ini bukan pilihanku. aku nggak memilih aku  jadi banci.. tapi ini udah takdirku..aku nggak memilih aku jadi banci. tapi aku ditakdirkan jadi banci. jadi aku jalanin”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin aku beranjak dewasa , semakin jelas terlihat perbedaan aku dengan laki-laki normal lainnya. keluargaku pun tak habis-habisnya mengingatkan untuk merubah sifat-sifat kewanitaanku. &lt;br /&gt;mereka yang sering meledekku tidak pernah mengerti, bahwa sifat ‘kewanitaan’ku murni muncul dari dalam ,tidak pernah aku rekayasa atau aku buat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”aku merasa sikap aku biasa2 aja. tapi mereka melihat aku seperti perempuan. mereka  ngomong aku banci…. kata mereka aku jalannya terlalu gemulai. padahal aku jalannya biasa seperti umumnya orang. aku tegak-tegakin pun tetap gemulai . mungkin emang udah dari sananya takdirku begitu”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak sma  aku sudah tertarik dengan sesama jenisku. tapi aku masih takut untuk menunjukkan perasaan suka itu secara langsung . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;”aku suka sama cowo’ sebenernya mulai sma. tapi aku nggak berani mulai. masih tertutup. smp sma masih tertutup.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah mengapa rasanya saat itu , aku sah-sah saja untuk mengenakan baju dan berlenggak lenggok layaknya perempuan. aku seringkali mencoba-coba perlengkapan ibuku . aku hanya mengikuti instingku saja bahwa aku adalah perempuan.  dan aku harus bersikap dan bertingkah laku layaknya perempuan , walaupun fisikku laki-laki. &lt;br /&gt;aku punya perasaan . perasaanku halus, kesedihan sepertinya selalu ikut kemana aku pergi.  terkadang aku juga tidak bisa lagi membela diri dari anggapan negatif tentang diriku.  hanya sedikit sekali orang –orang yang mau berbagi dan turut merasakan deritaku. &lt;br /&gt;salah satunya adalah indra, kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun kan kupertaruhkan demi indra. karir , keluarga,  kesenangan hidup, tidak ada nilainya,  jika indra tak ada di sisiku. dialah nyala hidupku. dialah matahari yang kini menerangi  cahaya hatiku. disaat susah maupun senang  dia lekat di hatiku. cuma dia yang bisa membuat hidupku  berarti.  rasanya aku tak mungkin berpaling ke lain hati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buatku indra sangat berbeda. orang tuaku saja,  kecewa melihatku tak normal, dan  mereka tidak sudi lagi menerimaku sebagai keluarga. tapi indra bersedia menemaniku kemana pun aku pergi. ia tidak risih saat berjalan berdua denganku. tidak peduli mata-mata yang sinis  memandang kami  sebagai pasangan yang aneh.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “aku sadar aku nggak bisa … aku cinta banget sama dia . jadi kalau aku di suruh pisah sama dia aku tuh nggak bisa.. dia segalanya buat aku. jadi kalau untuk pisah nggak bisa saat ini. dia tuh cinta pertama aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perasaan aku dilindungi dia.. ngebelain aku banget… kan bisanya cowo kalau jalan sama banci kan malu…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat pertama kali bertemu, indra sudah punya  istri, dan tengah menanti kelahiran anak pertamanya. yah.. ia memang baru saja menikah.  tapi…entah mengapa saat itu...., aku merasakan bahwa dia lah orang yang tepat buatku. aku…..,jatuh cinta pada pandangan pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak pernah mempermasalahkan seberapa sering ia akan menemuiku. walaupun terkadang…… aku tersiksa karena rindu,  tapi….aku sadar dan mengerti ,  ada tanggungan lain dalam hidupnya. aku rela berbagi cinta dengan anak dan istrinya. aku tidak ingin memisahkan mereka. aku selalu berpikir, ..  seandainya saja tuhan mempertemukanku dengan dia lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; “yang buat dia masih sama istrinya itu karena kedekatan anak. kalau nggak karena anak aku yakin dia pasti mau sama aku.” &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak pernah menyesali pertemuanku dengan indra. sekalipun harus mengorbankan keluargaku.&lt;br /&gt;tidak ada lagi yang bisa aku harapkan dari keluargaku, mereka toh memang tidak pernah menerima kehadiranku. apalagi setelah mereka tahu aku menjalin hubungan dengan indra. aku tidak akan bahagia hidup dalam tekanan keluargaku yang berusaha memisahkan aku dari indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulunya aku punya karir yang cukup mapan. penghasilanku sebagai penata rambut di surabaya  lebih dari cukup.  bahkan tak jarang aku membantu indra beli susu untuk anaknya. namun  kebencian keluargaku terhadap indra mengharuskan aku meninggalkan keluarga dan pekerjaanku. sejak saat itu, indra terus menerus menemaniku  walaupun ia harus terpisah dari istri dan anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;“karir aku disurabaya itu aku lepasin ya karena pacar aku. tapi aku ikhlas dan rela korban apapun. karena dia berkorban besar juga buat aku.”&lt;br /&gt;aku sedih banget nyengsarain dia waktu ikut aku  ke kalimantan. dia kan anak orang tapi ikut sama gue, jadi susah . di benakku aku udah jatuh miskin . tapi dia tetep masih mau … di situ aku mikir dia bener2 cinta sama aku. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah sampai suatu saat aku sudah benar-benar tidak punya uang sama sekali, aku sempat meminta bantuan orang tuaku. tapi  mereka menolak dan  mengkambinghitamkan indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buatku  pengorbanan indra sangat luar biasa. bayangkan ….ia begitu rela meninggalkan keluarganya. padahal kalau ia harus memilih berada di dekat keluarganya pun  aku tidak akan mengeluh.  ia menemaniku melalui masa-masa sulit ,  susahnya mencari sesuap nasi.   tapi .. lihat kehidupanku  sekarang.  kita berdua sudah bisa melewati masa-masa sulit itu , semua itu aku anggap sebagai ujian cintaku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun anehnya  sampai saat ini pun  masih saja banyak yang mempertanyakan perasaan cintaku pada indra. banyak orang menasehatiku untuk tidak berharap lebih, karena indra punya tanggung jawab yang harus ia prioritaskan terlebih dulu. tapi peduli amat!!!... &lt;br /&gt;satu hal yang menjadi ketakutan terbesar buatku,  adalah saat dimana indra sudah tidak bersamaku lagi. aku tidak tahu akan hidup seperti apa.                                                                                                                                                                                                        &lt;br /&gt;&lt;em&gt;”misalnya aku putus sama dia, yang ada dipikiranku adalah nggak ada lagi yang lindungi aku, nggak ada lagi tempat manja-manja.soalnya cuma dia yang ngerti aku . aku tuh orangnya keras ya . dia aja yang ngerti. jadi seandainya putus sam dia aku sih tetep siap tapi pasti gak rela . tapi ya sudahlah..aku pasti tetep nangis kalo putus sama dia…“&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun omongan orang, akhirnya aku  hanya bisa menutup kuping.   aku  memang  punya kelainan. tapi aku pikir orang lain tidak berhak untuk mejadi hakim yang bisa memutuskan jalan hidupku. secara sadar aku menjalani semua cara dan mengambil resikonya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;anda dapat menyaksikan SANSAN mengisahkan perjalanan hidupnya, dan tanggapan kedua orang tua SANSAN dalam acara "KEJAMNYA DUNIA" di TRANSTV; setiap hari senin sampai kamis jam 9 pagi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8021501-109303253422373764?l=kejamnyadunia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/feeds/109303253422373764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8021501&amp;postID=109303253422373764&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109303253422373764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8021501/posts/default/109303253422373764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kejamnyadunia.blogspot.com/2004/08/aku-lelaki-kekasihku-pria-beristri.html' title='Aku Lelaki, Kekasihku Pria Beristri'/><author><name>eddi kurnianto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-lT0aiNR4jUM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADM/ETMawVUGCxc/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
