Tentang Kejamnya DuniaAbout Us
KerjasamaKerjasama
Kontak dan donasiKontak & Donasi
GaleriGaleri  New!!
PollingPolling Acak

Total Pengunjung Blog :  
Redaksi Kejamnya Dunia
Gedung Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
Telepon 021-7917 7000 ext. 4016
Fax 021-79184627
email : kejamnya.dunia@transtv.co.id
___; layout by Y u n u s I d o l___________________Home
__::Kisah-kisah dari dunia yang kejam::__

__Kejamnya Dunia__
Senin s.d Jumat pukul 10.30 WIB di Trans TV
-------------------------------
....Merangkai kisah bertabur duka
Menebar simpati pada sesama....

_____________________
Jadwal Tayang Bulan Ini
Kru Kejamnya Dunia

Terkini___________
Kurajut Nestapa Bersama Suami Buta, Kamis 19 Janua...
Derita Seorang Pepeng, Rabu 18 Januari 2006
Api amarah itu merenggut nyawa Indah, Selasa 17 Ja...
Ayah, mengapa kau memasungku?? Senin 16 Januari 20...
Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006
Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12 Janua...
Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006
"Polio merenggut kebahagiaanku", Selasa 10 Januari...
Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Ka...
Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006...
archive_____________
August 2004
September 2004
October 2004
January 2005
December 2005
January 2006
December 2008

Komentar Pemirsa________
Name :
Web URL :
Message :
smileys


20 January 2006

..::Tubuh Anakku Menyerupai Katak, Jumat 20 Januari 2006::..

Anakku Sarimin alias Sogol, tak mampu lagi menegakkan tubuhnya berlama-lama. Bila tubuh Sogol tegak pun tingginya hanya 45 sentimeter. Tak lebih tinggi dari lutut orang dewasa. Suratman, ayah Sogol, memang pernah membunuh katak saat usia kandungan Sogol menginjak empat bulan. Mungkinkah ini sebuah karma sehingga tubuh Sogol menyerupai katak?Katak

Ya, jika Anda dapat melihat kondisi tubuh Sogol mungkin hati Anda akan terenyuh. Postur kaki Sogol melengkung dan lunglai tanpa daya. Lengan atasnya pun pendek. Kondisinya makin membuat hatiku miris manakala ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Ia akan merasakan tulang-tulang dalam tubuhnya seolah-olah patah satu-persatu. Rasa sakit ini membuat Sogol tidak lagi seaktif dulu. Padahal ia sangat suka menggambar wayang. Kini, ia tak lagi menggambar wayang sesering dahulu karena ia semakin sulit menggerakkan tubuhnya

Oh, Sogol. Mengapa kau harus menanggung derita di saat teman-teman seusiamu sibuk memikirkan tentang pernikahannya? Ya, Sogolku kini berusia 26 tahun. Usia yang seharusnya telah mengantarnya menjadi seorang suami, bahkan seorang ayah. Ah, Andai saja waktu dapat kuputar kembali. Andai saja suamiku tidak gegabah membunuh katak-katak itu. Andai saja tidak ada kutukan ini...mungkin aku tak akan mencurahkan dukaku di Kejamnya Dunia, Jumat 20 Januari 2006 pukul 10.30 WIB.

Diposting oleh___________________
Yunus Idol || 1:38 PM ||