Tentang Kejamnya DuniaAbout Us
KerjasamaKerjasama
Kontak dan donasiKontak & Donasi
GaleriGaleri  New!!
PollingPolling Acak

Total Pengunjung Blog :  
Redaksi Kejamnya Dunia
Gedung Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
Telepon 021-7917 7000 ext. 4016
Fax 021-79184627
email : kejamnya.dunia@transtv.co.id
___; layout by Y u n u s I d o l___________________Home
__::Kisah-kisah dari dunia yang kejam::__

__Kejamnya Dunia__
Senin s.d Jumat pukul 10.30 WIB di Trans TV
-------------------------------
....Merangkai kisah bertabur duka
Menebar simpati pada sesama....

_____________________
Jadwal Tayang Bulan Ini
Kru Kejamnya Dunia

Terkini___________
Derita Seorang Pepeng, Rabu 18 Januari 2006
Api amarah itu merenggut nyawa Indah, Selasa 17 Ja...
Ayah, mengapa kau memasungku?? Senin 16 Januari 20...
Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006
Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12 Janua...
Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006
"Polio merenggut kebahagiaanku", Selasa 10 Januari...
Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Ka...
Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006...
Jadwal Tayang Januari 2006
archive_____________
August 2004
September 2004
October 2004
January 2005
December 2005
January 2006
December 2008

Komentar Pemirsa________
Name :
Web URL :
Message :
smileys


20 January 2006

..::Kurajut Nestapa Bersama Suami Buta, Kamis 19 Januari 2006::..

Samijah namaku. Aku hidup di sebuah desa di Gumelem, Bojonegoro Jawa Timur. Aku tinggal bersama suami Sajad yang buta dan tiga buah hatiku, Eka, Dwi serti Adi. Aku seorang buruh tani, sedangkan suamiku hanya seorang tukang pijat keliling. Kami juga melakukan pekerjaan apa saja asal halal...asal kami bisa dapat uang sekedar untuk makan. Jika suamiku tak dapat uang atau sakit, aku terpaksa berutang kesana kemari.

Samijah dan SajadHidup kami serba kekurangan. Tapi suamiku Sajad tetap bertanggung jawab meskipun ia buta. Setiap pagi suamiku harus mencarikan rumput untuk makan ternak sapi kami. Ia lakukan itu tiap hari dengan berjalan kaki tanpa bantuan siapapun. Ya, di gubukku yang reot kami merawat sapi titipan orang. Kami harus merawatnya sampai sapi itu siap untuk dijual dengan harga yang tinggi.

Jika petang mulai beranjak malam, suamiku pergi memijat. Ya, selepas magrib ia akan melangkahkan kaki menyusuri jalan berbatu menuju pasar Sumber Rejo untuk menunggu pelanggan pijatannya. Ia akan bekerja sampai dini hari. Sebenarnya aku tidak tega untuk melepaskan kepergiannya bekerja. Aku takut terjadi apa-apa kepadanya.

Hmm, banyak kisah yang tersimpan dalam hatiku. Bukan hanya dengan suamiku Sajad yang buta, tetapi juga kisah piluku bersama suami pertamaku...tapi, semua tak dapat kuungkap di sini. Saksikan saja piluku dalam Kejamnya Dunia, Kamis 19 Januari 2006 pukul 10.30 WIB.

Diposting oleh___________________
Yunus Idol || 10:23 AM ||