Tentang Kejamnya DuniaAbout Us
KerjasamaKerjasama
Kontak dan donasiKontak & Donasi
GaleriGaleri  New!!
PollingPolling Acak

Total Pengunjung Blog :  
Redaksi Kejamnya Dunia
Gedung Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
Telepon 021-7917 7000 ext. 4016
Fax 021-79184627
email : kejamnya.dunia@transtv.co.id
___; layout by Y u n u s I d o l___________________Home
__::Kisah-kisah dari dunia yang kejam::__

__Kejamnya Dunia__
Senin s.d Jumat pukul 10.30 WIB di Trans TV
-------------------------------
....Merangkai kisah bertabur duka
Menebar simpati pada sesama....

_____________________
Jadwal Tayang Bulan Ini
Kru Kejamnya Dunia

Terkini___________
Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12 Janua...
Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006
"Polio merenggut kebahagiaanku", Selasa 10 Januari...
Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Ka...
Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006...
Jadwal Tayang Januari 2006
Makhluk Hitam Itu Mengikat Tiga Anakku, Kamis 5 Ja...
Mahluk Gaib Itu Terus Mengikutiku, Rabu 4 Januari ...
Misteri Hilangnya Suamiku, Selasa 3 Januari 2005
Gilo Babi Merenggut Kebahagiaan Isteriku, Senin 2 ...
archive_____________
August 2004
September 2004
October 2004
January 2005
December 2005
January 2006
December 2008

Komentar Pemirsa________
Name :
Web URL :
Message :
smileys


06 January 2006

..::Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006::..

Seorang lelaki tua terlihat asyik menembangkan lagu jawa, diruang bawah tanah, yang sangat mencekam. Herannya ia tampak menikmati detik demi detik hawa makhluk gaib. Dia adalah Hari, begitulah nama yang diberikan kedua orang tuanya, 86 tahun yang lalu. Dan di jaman penjajahan itu, ia hidup sebagai pribumi merana, dan menjadi pembantu. Sedih memang kehidupan waktu itu, tapi hari malah terkadang senang. Pasalnya, ia jatuh hati pada nyonya belanda, siempunya rumah. Impian itu tentu saja takkan pernah berwujud.

Hari dan orang tua nya terusir dari rumah belanda ketika jepang mulai berkuasa. Untuk makan, terpaksa hari membantu sang ayah mencari kayu. Namun jepang memaksa Lawang Sewumereka masuk militer, baris berbaris tanpa senjata dengan bercelana karung goni. Namun hari tampak menikmati semuanya. Hingga ayahnya meninggal dunia karena penyakit koreng berbelatung yang tak terobati.

Hari dewasa kemudian bergelar tunggak, karena keajaibannya selamat di medan tempur. dan kini mbah tunggak tua, bersemayam digedung lawang sewu, gedung seribu pintu, dan sejuta hantu. Berteman kan mahkluk2 halus, dan menikmati suramnya hidup. Mbah tunggak walaupun miskin, tetap bangga dengan lawang sewu, dan seramnya para hantu, diiringi tembang nan pilu.

Saksikan di Kejamnya Dunia, Jumat 13 Januari 2006......

Diposting oleh___________________
Yunus Idol || 6:40 PM ||