Tentang Kejamnya DuniaAbout Us
KerjasamaKerjasama
Kontak dan donasiKontak & Donasi
GaleriGaleri  New!!
PollingPolling Acak

Total Pengunjung Blog :  
Redaksi Kejamnya Dunia
Gedung Trans TV, Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
Telepon 021-7917 7000 ext. 4016
Fax 021-79184627
email : kejamnya.dunia@transtv.co.id
___; layout by Y u n u s I d o l___________________Home
__::Kisah-kisah dari dunia yang kejam::__

__Kejamnya Dunia__
Senin s.d Jumat pukul 10.30 WIB di Trans TV
-------------------------------
....Merangkai kisah bertabur duka
Menebar simpati pada sesama....

_____________________
Jadwal Tayang Bulan Ini
Kru Kejamnya Dunia

Terkini___________
Duka Penjaga Lawang Sewu, Jumat 13 Januari 2006
Kasih Panjang Untuk Anakku Sayang, Kamis 12 Janua...
Dunia Tanpa Cahaya, Rabu 11 Januari 2006
"Polio merenggut kebahagiaanku", Selasa 10 Januari...
Penyakit Terkutuk Itu Menghancurkan Kebahagiaan Ka...
Ayahku Raib Secara Misterius, Jumat 6 Januari 2006...
Jadwal Tayang Januari 2006
Makhluk Hitam Itu Mengikat Tiga Anakku, Kamis 5 Ja...
Mahluk Gaib Itu Terus Mengikutiku, Rabu 4 Januari ...
Misteri Hilangnya Suamiku, Selasa 3 Januari 2005
archive_____________
August 2004
September 2004
October 2004
January 2005
December 2005
January 2006
December 2008

Komentar Pemirsa________
Name :
Web URL :
Message :
smileys


20 January 2006

..::Ayah, mengapa kau memasungku?? Senin 16 Januari 2006::..

Menjadi manusia terbuang. Itulah nasib yang harus diterima Darmiati, puteriku. Darmiati yang biasa aku panggil Sami, terpaksi diborgol seperti binatang dan hidup terpasung selama belasan tahun. Sebenarnya sedih hatiku melihat Sami terpasung, karena aku tahu, pasungan sangat tidak manusiawi.

Sejak dipasung, Sami hidup tak layak sebagai manusia. Kegilaannya pun semakin menjadi-jadi. Tapi apa daya, aku tak sanggup mengurusnya lebih baik lagi. Setelah belasan tahun ia terpasung, aku sadar, Samiku yang baik dan suka membantu, sudah tak ada lagi di dalam tubuh itu. Sami telah tenggelam oleh kegilaan yang tak kutahu penyebabnya.

Aku hanya bisa menduga, kegilaan Sami berawal dari pengalaman menakutkannya suatu magrib kala ia disuruh isteriku untuk mengambil air di dangau. Tiba-tiba saja ia berlari pulang dalam keadaan ketakutan setengah mati. Tak ada yang tahu apa yang telah dialami Sami selama mengambil air. Sejak saat itu, Sami melihat aku dan keluargaku bagaikan sosok-sosok menakutkan yang harus ia musnahkan. Ia sering mengamuk tiba-tiba.

Dengan berat hati, aku pun memasung Sami. Demi keselamatan orang lain. Tentunya, demi keselamatannya juga. Oh, Sami puteriku yang malang. Saksikan kisahnya di Kejamnya Dunia, Senin 16 Januari 2006

Diposting oleh___________________
Yunus Idol || 9:33 AM ||